BADKO TKA-TPA Seyegan Praktikkan Metode BCM Dalam Kunjungan Ramadhan
- Feb 23, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Badan Koordinasi (BADKO) TKA-TPA Kapanewon Seyegan mengagendakan kunjungan ke sejumlah masjid di wilayah Seyegan selama bulan Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu, dengan tim yang terbagi di empat masjid setiap harinya.
Sebagai organisasi pengelola Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), BADKO TKA-TPA Kapanewon Seyegan berfokus pada pendidikan nonformal keagamaan bagi anak usia dini hingga sekolah dasar. BADKO berperan mengoordinasikan unit-unit pendidikan, membina ustadz dan ustadzah, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti wisuda santri dan pelatihan peningkatan kompetensi pengajar.
Salah satu kunjungan dilaksanakan pada Sabtu (21/2/2026) di Masjid At-Taufiq PMA Jamblangan Margomulyo. Dalam kesempatan tersebut, tim BADKO Seyegan yang dipimpin oleh Yunan Purwanto bersama tiga pengurus lainnya mempraktikkan metode pembelajaran Bermain, Cerita, dan Menyanyi (BCM) kepada anak-anak TPA.
Yunan menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan untuk menggurui para pengasuh TPA yang telah mendampingi santri selama ini, melainkan sebagai ajang berbagi metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
“Kunjungan ini bukan untuk menggurui, tetapi sebagai sarana berbagi dan saling menguatkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran TPA,” ujar Yunan.
Ia menegaskan bahwa salah satu peran utama BADKO adalah pengembangan kurikulum, termasuk metode pembelajaran baca-tulis Al-Qur’an dan dasar-dasar dinul Islam.
“Sebagai lembaga, BADKO memiliki tanggung jawab dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan kapasitas ustadz-ustadzah agar pembelajaran semakin berkualitas,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Yunan juga menyampaikan agenda besar santri seperti wisuda bersama dan perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Dalam sesi praktik, Dian Navitri yang juga dikenal sebagai pendongeng, mengajak anak-anak TPA belajar bersama melalui metode BCM. Dengan gaya komunikatif dan interaktif, ia memberikan contoh langsung kepada para ustadz dan ustadzah tentang cara menyampaikan materi yang lebih menarik dan menyenangkan selama bulan Ramadhan.
“Metode BCM membuat anak-anak lebih mudah memahami materi karena mereka belajar sambil bermain, mendengar cerita, dan bernyanyi. Suasana jadi lebih hidup dan menyenangkan,” ungkap Navitri di sela kegiatan.

Kegiatan BADKO TKA-TPA selama Ramadhan umumnya berfokus pada penguatan pendidikan Al-Qur’an dan peningkatan spiritualitas anak-anak. Program yang dilaksanakan meliputi Pesantren Ramadhan atau Ramadhan Ceria, kursus tartil Al-Qur’an, pelatihan metode BCM bagi pengajar, santunan anak yatim, hingga berbagai perlombaan keagamaan. Diharapkan, rangkaian kegiatan tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi santri TPA sekaligus selaras dengan kurikulum yang dikembangkan BADKO. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)