Bimtek Kalurahan Ramah Anak, Menjaga Masa Depan Margomulyo
- Dec 31, 2025
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Pemerintah Kalurahan Margomulyo menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kalurahan Ramah Anak pada Selasa (30/12/2025) di Gedung Serba Guna Margomulyo. Kegiatan ini menjadi upaya konkret kalurahan dalam membangun lingkungan yang aman dan berpihak pada tumbuh kembang anak.
Acara secara resmi dibuka oleh Kamituwo Margomulyo, Prasetyo Sujanarko. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perlindungan anak harus dimulai dari lingkungan terdekat.
“Kalurahan adalah rumah pertama bagi anak-anak kita. Jika anak merasa aman dan dihargai di lingkungan sendiri, maka masa depan Margomulyo akan lebih kuat,” ujarnya
Bimtek diikuti oleh para dukuh, ketua RW, Babinsa, Babinkamtibmas, serta unsur masyarakat lainnya. Tema yang diangkat, “Anak Hari Ini adalah Wajah Margomulyo Masa Depan”, menekankan bahwa kualitas masa depan Kalurahan sangat ditentukan oleh cara masyarakat memperlakukan anak saat ini.
Hadir sebagai narasumber Nyadi Kasmo Redjo, yang akrab disapa Ki Jenggot Kucir, Ketua Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) DIY, Ketua II Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YPLA) DIY, sekaligus wartawan dan sastrawan Jawa serta masih banyak lagi aktivitas dan pengalamannya di bidang sosial.
Dalam paparannya, Ki Jenggot Kucir menjelaskan bahwa Kalurahan ramah anak adalah Kalurahan yang mampu “ngemong” anak.
“Kalurahan ramah anak bukan hanya soal program, tapi sikap. Anak harus didengar, dilindungi, dan dibimbing agar tumbuh aman, sehat, dan berkarakter,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan kalurahan merupakan bagian dari arah kebijakan dan tanggung jawab pemerintah Kalurahan, karena negara mewajibkan perlindungan anak dan Sleman telah berkomitmen sebagai Kabupaten Layak Anak.
“Kalurahan adalah garda terdepan. Kalau di tingkat Kalurahan sudah aman untuk anak, maka negara ini sedang menyiapkan masa depan yang kuat,” katanya.
Konsep Kalurahan Ramah Anak juga dinilai sejalan dengan nilai Sleman Sembada, seperti gotong royong, unggah-ungguh, musyawarah, serta dolanan tradisional. Nilai-nilai tersebut penting untuk memperkuat pengawasan sosial, pendidikan karakter, serta menciptakan anak yang sehat, bahagia, dan merasa dihargai.
Namun demikian, Ki Jenggot Kucir menyoroti sejumlah tantangan nyata, mulai dari anak yang semakin dekat dengan gawai namun jauh dari lingkungan sosial, melemahnya pengawasan masyarakat, kekerasan terhadap anak yang sering tersembunyi, hingga minimnya pelibatan anak dalam proses sosial di Kalurahan. Ia menekankan peran tokoh masyarakat sebagai kunci terwujudnya Kalurahan ramah anak.
“Tokoh masyarakat harus menjadi teladan, penjaga nilai, pelindung anak yang rentan, sekaligus penguat kebijakan kalurahan yang berpihak pada anak,” ungkapnya.
Bimtek ditutup dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Para peserta menyampaikan pengalaman, tantangan, serta gagasan untuk membangun lingkungan Margomulyo yang lebih ramah anak.
Melalui kegiatan ini, Kalurahan Margomulyo meneguhkan komitmen bahwa anak yang aman akan melahirkan kalurahan yang kuat, menuju Margomulyo Sembada—berdaya, berbudaya, dan ramah bagi masa depan anak-anaknya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)