BPKal Kalurahan Margoluwih Gelar Muskal LPJ Bumkal Makarti Tahun 2026
- Mar 01, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Bertempat di Ruang Rapat Lantai II Kalurahan Margoluwih, Sabtu (28/2/2026), digelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) “Makarti” Tahun 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Tenaga Ahli (TA), Lurah dan staf Kalurahan, Ketua BPKal beserta jajaran, pengurus PKK, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa, serta Ketua KIM Seyegan.
Muskal dibuka oleh Ketua BPKal Margoluwih, Drs. Kuswadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan masa transisi bagi Bumkal Makarti.
“Kepengurusan Bumkal Makarti pada tahun 2025 ini adalah masa transisi, baik dari sisi kepengurusan, administrasi, maupun pendanaan. Sehingga laporan pertanggungjawaban yang disampaikan memang masih jauh dari harapan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masa transisi yang berjalan selama satu tahun terakhir berdampak pada capaian kinerja dan laporan keuangan yang belum optimal.
“Kami berharap ada kemauan dan kemampuan dari pengurus untuk terus maju dan meningkatkan kinerja Bumkal Makarti. Melalui Muskal ini, kami juga membuka ruang masukan untuk pengembangan ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Margoluwih, Sunaryo, secara terbuka menggambarkan kondisi Bumkal saat ini.
“Kalau melihat kondisinya, Bumkal Makarti ini bisa dikatakan hidup segan mati tak mau. Namun kita tidak boleh berhenti di situ,” tegasnya.
Ia berharap tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan.
“Tahun 2026 harus menjadi titik balik. Bumkal harus berjalan dengan unit-unit usahanya dan mampu berkontribusi meningkatkan PAD sekaligus kesejahteraan masyarakat Margoluwih,” katanya.
Pemaparan inti LPJ disampaikan oleh Direktur Bumkal Makarti, Cut Meutia. Ia menjelaskan bahwa sejak mulai menjabat pada Mei 2025, pihaknya lebih banyak melakukan pembenahan internal.
“Di awal kepengurusan kami, Bumkal masih dalam masa transisi dan menghadapi banyak persoalan teknis maupun administratif. Karena itu, kami belum bisa menunjukkan capaian kinerja seperti yang diharapkan,” jelasnya.

Meutia juga menyampaikan bahwa penguatan modal baru diterima pada periode Juli hingga September 2025.
“Praktis penyertaan modal tersebut baru bisa kami masukkan sebagai saldo akhir tahun, sehingga belum berdampak signifikan terhadap operasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pembenahan difokuskan pada perubahan AD/ART, penyusunan program kerja, analisa usaha, serta penguatan koordinasi internal. Ke depan, Bumkal Makarti merencanakan unit usaha penggaduhan sapi serta jasa/distributor.
“Kami mencanangkan strategi, dimana tahun 2026 adalah tahun operasional aktif. Rencana kerja kami susun per semester dengan pengelolaan risiko yang baik agar dapat meminimalisir potensi kerugian,” paparnya.
Sigit Praptomo, Tenaga Ahli yang mewakili Dinas PMK Kabupaten Sleman, menyampaikan apresiasi terhadap upaya pengurus di tengah masa transisi.
“Kami tetap mengapresiasi pengurus Bumkal yang di tahun pertama ini masih berbenah. Dinamika kebijakan, termasuk percepatan badan hukum, memang cukup mempengaruhi pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.
Namun demikian, ia memberikan catatan penting untuk perencanaan tahun 2026. “Program kerja pengembangan usaha dan keuangan harus lebih rinci. Perlu ada proyeksi laba, perencanaan operasional, analisis BEP, serta target tahunan yang bisa dievaluasi secara berkala,” tegasnya.
Di akhir Muskal, BPKal Margoluwih menyampaikan pandangan umum bahwa upaya Bumkal pada masa transisi perlu mendapatkan dukungan semua pihak.
“Program unit usaha yang telah ditentukan harus benar-benar menguntungkan dan memiliki proyeksi yang jelas,” disampaikan dalam forum tersebut.
Muskal kemudian ditutup dengan pengambilan keputusan untuk menerima LPJ Bumkal Makarti Tahun 2025, yang dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara sebagai bentuk pengesahan hasil musyawarah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)