Buku "Pelan Pelan Menuju Tuhan", Tegaskan Spiritualitas Islam Humanis dan Kontekstual

  • Feb 22, 2026
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Buku Pelan-Pelan Menuju Tuhan karya Athiful Khoiri dan Tsania Nur Diyana, yang berdomisili di wilayah Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, resmi diluncurkan sebagai karya reflektif yang menegaskan spiritualitas Islam yang humanis, kontekstual, dan relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat kontemporer. Buku ini hadir merespons kegelisahan masyarakat modern yang hidup dalam percepatan ritme, tekanan sosial, serta kecenderungan praktik keberagamaan yang semakin formalistik.
Melalui rangkaian esai reflektif, Pelan-Pelan Menuju Tuhan mengajak pembaca menapaki jalan spiritual secara lebih sadar, perlahan, dan berkelanjutan. Buku ini menempatkan pengalaman hidup sehari-hari sebagai ruang perjumpaan dengan nilai-nilai keimanan, tanpa pendekatan doktrinal maupun retorika normatif. Iman dipahami sebagai proses yang tumbuh melalui kesadaran kecil yang dijalani secara konsisten dalam kehidupan nyata.
“Jalan menuju Tuhan tidak selalu ditempuh melalui peristiwa besar, melainkan melalui kesadaran-kesadaran sederhana yang terus dipelihara dalam keseharian,” ujar Athiful Khoiri, Sabtu (21/2/2026).


Athiful, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Forum Komunikasi Informasi Masyarakat (KIM) Depok Raya, Sleman, menegaskan bahwa spiritualitas Islam semestinya tercermin dalam sikap sosial yang beretika dan berkeadilan. Menurutnya, iman tidak berhenti pada ritual personal, tetapi harus hadir dalam relasi antara manusia dan tanggung jawab sosial. “Memaafkan, misalnya, bukan hanya bentuk kebaikan kepada orang lain, tetapi juga proses penyembuhan bagi diri sendiri,” ujarnya.
Buku ini mengulas beragam isu sosial aktual, mulai dari realitas anak jalanan, generasi sandwich, relasi keluarga, etika politik, hingga integritas di ruang digital. Seluruh tema tersebut diposisikan sebagai medium pembelajaran iman dan kemanusiaan, sehingga agama hadir sebagai kekuatan moral yang membimbing manusia menghadapi kompleksitas zaman.


Kolaborasi dua penulis dengan latar belakang keilmuan yang berbeda memperkuat karakter buku ini. Athiful Khoiri menghadirkan refleksi spiritual yang menekankan nilai kemanusiaan, sementara Tsania Nur Diyana, akademisi di bidang sains, menyumbangkan pendekatan rasional yang menautkan iman dengan nalar ilmiah. Sinergi tersebut menghasilkan narasi yang seimbang antara kedalaman batin dan kejernihan intelektual.
Sebagai bagian dari literasi keislaman kontemporer, Pelan-Pelan Menuju Tuhan diharapkan menjadi rujukan reflektif bagi keluarga, komunitas literasi, serta lembaga pendidikan dalam memperkuat kesadaran spiritual, empati sosial, dan pembentukan karakter bangsa secara berkelanjutan. Buku ini menegaskan bahwa keberagamaan yang matang tumbuh melalui proses yang tenang, sadar, dan berpijak pada kemanusiaan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)