Bumkal Karya Manunggal Margoagung Kelola Ketahanan Pangan Dengan Menjadi Supplier Tahu dan Tempe

  • Mar 03, 2026
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Musyawarah Kalurahan (Muskal) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun 2025 BUMKal “Karya Manunggal” Kalurahan Margoagung digelar pada Senin (2/3/2026) di Ruang Rapat Kalurahan Margoagung. Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Margoagung beserta jajaran, Ketua BPKal Margoagung dan staf, perwakilan LKK, Pendamping Desa, serta PLT Pengawas BUMKal.

Lurah Margoagung, Djarwo Suharto, selaku penasihat BUMKal dalam sambutan dan arahannya menegaskan pentingnya penguatan peran BUMKal sebagai motor ekonomi desa.

“BUMKal sebagai lembaga ekonomi desa ke depan harus mampu memberikan profit dalam rangka menaikkan PAD yang muaranya pada kesejahteraan masyarakat Margoagung,” tegas Djarwo.

Sementara itu, Ketua BPKal Margoagung, Jumali, AMd menyampaikan bahwa tahun ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya LPJ BUMKal “Karya Manunggal” dibahas melalui forum Muskal.

“Tahun ini untuk pertama kalinya LPJ BUMKal Karya Manunggal dimuskalkan. Untuk itu kami berharap ada pencermatan secara seksama terhadap laporan yang akan disampaikan,” ujar Jumali sebelum membuka Muskal secara resmi.

Direktur BUMKal “Karya Manunggal”, Sudarman, S.Pd., ST dalam pengantar laporan pertanggungjawabannya mengakui bahwa capaian usaha belum maksimal.

“Kami menyadari bahwa hasil yang diperoleh belum optimal sehingga laba yang didapat juga belum besar. Di awal jabatan, kami mengalami masa transisi dan bahkan pengawas BUMKal mengundurkan diri, sehingga secara kelembagaan masih perlu pembenahan,” ungkap Sudarman.

Ia menjelaskan, selama ini BUMKal menjalankan beberapa unit usaha, antara lain pengelolaan sewa kios di Pasar Srikaton, penarikan retribusi bagi pedagang kurang mampu setiap hari pasaran, retribusi parkir, serta pengelolaan Embung Krapyak. Dalam mendukung program ketahanan pangan, BUMKal juga berperan sebagai supplier bahan baku tahu dan tempe bagi dapur SPPG.

“Kami mencoba mengambil peran dalam ketahanan pangan dengan menjadi supplier tahu dan tempe untuk dapur SPPG. Ini menjadi salah satu fokus pengembangan usaha ke depan,” tambahnya.

Selama dua tahun operasional, BUMKal “Karya Manunggal” telah menerima dua kali penyertaan modal dari Kalurahan, yakni pada tahun 2024 sebesar Rp22 juta dan tahun 2025 sebesar Rp300 juta untuk program ketahanan pangan. Selain itu, terdapat penyertaan modal dalam bentuk tanah senilai Rp6.395.400, sehingga total penyertaan modal mencapai Rp328.395.400.

Dalam laporan keuangan yang dipaparkan, tercatat total pendapatan sebesar Rp56.111.000, total pengeluaran Rp27.498.000, honor pengelola Rp14.400.000, sehingga diperoleh laba bersih sebesar Rp14.213.000.

Sudarman juga memaparkan rencana kerja tahun 2026, di antaranya menambah mitra dapur SPPG hingga sekitar enam unit, merealisasikan operasional kios sembako, menjalin kerja sama dengan UMKM Margoagung, serta memaksimalkan pengelolaan Embung Krapyak.

“Tahun 2026 kami akan fokus mengembangkan usaha supplier dengan menambah mitra dapur SPPG, sekaligus memperkuat kerja sama dengan UMKM lokal dan memaksimalkan potensi embung Krapyak,” jelasnya.

Menanggapi paparan tersebut, Ketua BPKal memberikan sejumlah catatan dan masukan.

“Kami mendorong agar segera ditunjuk pengawas definitif dan disusun Perkal sebagai payung hukum pengelolaan Pasar Srikaton. Selain itu, sebaiknya BUMKal fokus pada satu atau dua kegiatan dulu sambil memperkuat konsolidasi internal,” saran Jumali.

Lurah Margoagung juga menekankan pentingnya koordinasi antarpihak.

“Perlu segera ada pertemuan antara penghuni pasar, BUMKal, Pemkal, dan BPKal untuk menyepakati tata aturan kerja sama agar usaha yang dijalankan bisa saling mendukung dan berkembang bersama,” pungkasnya.

Setelah melalui pembahasan dan menerima berbagai masukan, LPJ BUMKal “Karya Manunggal” Margoagung Tahun 2025 akhirnya diterima oleh seluruh peserta Muskal dan ditindaklanjuti dengan penandatanganan berita acara. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)