Bunda Literasi Sleman hadiri Launching Buku Antologi Jamaah Ibu-ibu Masjid Al Kautsar, Mrincingan

  • Dec 24, 2025
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Bunda Literasi Kabupaten Sleman, Parmila Harda Kiswaya, menghadiri acara launching buku antologi jamaah ibu-ibu Masjid Al Kautsar yang diselenggarakan pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di serambi Masjid Al Kautsar, Padukuhan Mrincingan, Kalurahan Margomulyo. Acara launching buku ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat literasi di kalangan ibu-ibu jamaah masjid. Buku antologi edisi perdana tersebut mengusung judul “Menulis & Berkarya”, yang memuat 10 karya esai hasil tulisan dari 6 penulis, seluruhnya merupakan jamaah ibu-ibu Masjid Al Kautsar.


Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid Al Kautsar, Mulyono, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas semangat ibu-ibu yang berani menuangkan pengalaman hidup ke dalam tulisan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini membuktikan masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pengembangan ilmu dan literasi masyarakat.
Penggagas Gerakan Literasi Jamaah Masjid Al Kautsar Mrincingan, Drs. Suwandi, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan literasi ini merupakan bagian dari ikhtiar memakmurkan masjid melalui kegiatan yang membangun kualitas jamaah.
“Kami berharap Masjid Al Kautsar tidak hanya ramai untuk ibadah, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya gagasan, pengetahuan, dan karya. Buku antologi ini adalah langkah awal, semoga ke depan semakin banyak jamaah yang berani menulis dan berbagi inspirasi,” ungkapnya


Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Sleman, Parmila Harda Kiswaya, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para ibu-ibu penulis. Menurutnya, ibu-ibu dipilih sebagai penulis karena selama ini dikenal memiliki banyak cerita, pengalaman hidup, dan sudut pandang yang menarik untuk dibagikan. Ibu ibu memegang peran penting dalam membentuk karakter anak. Ibu ibu adalah madrasah pertama bagi anak anaknya.
“Ibu-ibu itu sebenarnya kaya cerita. Tinggal diarahkan dan difasilitasi agar pengalaman hidupnya bisa menjadi karya tulis yang bermanfaat dan menginspirasi,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan literasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi jamaah masjid lainnya di Kabupaten Sleman.


Launching buku antologi ini menjadi bukti bahwa literasi dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana, termasuk dari serambi masjid, melalui semangat ibu-ibu yang terus belajar dan berkarya.
Sebelum berpamitan, Parmilah Harda Kiswaya menyampaikan harapannya agar kegiatan menulis ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak peserta.
"Saya berharap kegiatan literasi ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ke depan lebih banyak ibu-ibu yang ikut menulis, saling belajar, dan menjadikan masjid sebagai tempat bertumbuh bersama,” ujarnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)