CKG dan ILP Perkuat Pelayanan Kesehatan Adil di Puskesmas Seyegan

  • Mar 27, 2025
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Penguatan pelayanan kesehatan yang adil dan merata menjadi komitmen bersama dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor (Lokmin Linsek) Bidang Kesehatan yang digelar Kamis (26/2/2026) di Ruang Rapat Puntadewa Kapanewon Seyegan. Mengusung tema “Sinergi Bersama untuk Kesehatan Masyarakat Seyegan”, kegiatan ini diikuti Panewu dan Kawat Sosial Kapanewon Seyegan, Polsek, Korwil Pendidikan, para lurah dan ulu-ulu se-Kapanewon Seyegan, TP PKK, PLKB, PMI, serta KIM.

Panewu Seyegan, Agung Endarta, S.Sos., M.Si., dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa pembangunan kesehatan masyarakat membutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari puskesmas, instansi pemerintah, hingga masyarakat. Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kapanewon, kalurahan, lembaga, dan para kader kesehatan.

“Pertemuan Linsek ini juga menjadi forum diseminasi capaian program kesehatan tahun sebelumnya, sekaligus mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi bersama,” ujarnya. 
Ia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus leptospirosis saat musim hujan, serta pentingnya upaya berkelanjutan dalam pencegahan demam berdarah.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Seyegan, dr. Reni Anjarasmarani, menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor yang telah terjalin selama ini membuahkan komunikasi yang harmonis. Agenda Lokmin Linsek kali ini membahas kebijakan dan pelayanan tahun 2026, capaian 2025, analisis masalah, serta Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL).

Untuk tahun 2026, terdapat prioritas kebijakan yang berfokus pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Integrasi Layanan Primer (ILP). Reni menegaskan bahwa salah satu visi Puskesmas Seyegan adalah mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil, dengan indikator antara lain:
Cakupan SPM kelompok rentan > 90 persen, 
Pemerataan Posyandu/Pustu/Posyandu aktif di seluruh kalurahan > 90 persen, Lebih dari 80 persen kunjungan rumah bagi masyarakat kurang mampu atau dengan akses terbatas dan Kepuasan kelompok rentan terhadap layanan kesehatan > 85 persen

Implementasi CKG dan ILP merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bertujuan meningkatkan deteksi dini penyakit, khususnya penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar tanpa biaya. Pelaksanaan CKG dilakukan melalui skrining rutin di dalam gedung puskesmas maupun kegiatan luar gedung seperti posyandu dan pelayanan terpadu di tingkat dusun. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh, serta edukasi kesehatan.

“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan dan kurang mampu, mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan sejak dini,” ujar Reni.

Selain CKG, penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan. ILP mengelompokkan pelayanan berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi, remaja, dewasa hingga lansia, sehingga layanan lebih terkoordinasi dan efisien.

Melalui sistem ini, pasien tidak perlu berpindah-pindah poli untuk mendapatkan layanan berbeda. Dalam satu kunjungan, pasien dapat memperoleh beberapa layanan sekaligus sesuai kebutuhan kesehatannya.

Penerapan ILP juga memperkuat kolaborasi antar program di puskesmas, termasuk layanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gizi, serta skrining penyakit tidak menular. Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi ketimpangan akses dan meningkatkan mutu pelayanan.

Dengan implementasi CKG dan ILP, Puskesmas Seyegan diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif, merata, dan berorientasi pada pencegahan penyakit bagi seluruh masyarakat. (Sutarto Agus/ KIM Seyegan)