Data Kemiskinan Melalui Muskal, Wujudkan Data yang Valid dan Tepat Sasaran

  • Oct 22, 2025
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan menjadi Kalurahan pertama di wilayah Seyegan yang menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Kalurahan (Muskal) Pemutahiran Data Kemiskinan Kalurahan tahun 2025. Kegiatan yang digelar pada hari Selasa (21/10/2025) di Gedung Serbaguna Margomulyo tersebut menghadirkan peserta dari TKSK, TPSK, TPK Kalurahan, Pamong Kalurahan, Babinsa/Babinkamtibmas, dengan Nara sumber dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman dan Kawat Sosial Kapanewon Seyegan.


Supriyadi, SH, Ketua BPKal Margomulyo memimpin jalannya Muskal yang merupakan  pandangan umum data kemiskinan di Margomulyo. 
"Muskal sekarang ini merupakan Muskal semester 2 dengan agenda utama verifikasi dan validasi data kemiskinan di masing masing Padukuhan", ujar Supriyadi
Hal ini memberi peluang dalam pencermatan  data kemiskinan untuk terjadinya penambahan warga yang berhak menerima bantuan dan sebaliknya, yaitu penghapusan warga yang tidak memenuhi syarat lagi untuk menerima bantuan.
Hal ini dilakukan karena data yang tidak akurat bisa membuat bantuan sosial atau program penanggulangan kemiskinan tidak tepat sasaran. Baik ada yang berhak tetapi tidak terdata, maupun yang tidak berhak tetapi menerima. 
“Data yang diperoleh adalah hasil aspirasi masyarakat, sehingga angka kevalidannya bisa bagus", tambah Supriyadi


Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan Margomulyo, Pristiana Hakim kemudian memaparkan hasil pendataan yang dilakukan mulai dari hasil musduk data kemiskinan, data kemiskinan Kalurahan Margomulyo tahun 2024, data kemiskinan Kalurahan Margomulyo tahun 2020-2025 sampai dengan usulan baru per Padukuhan.
Sarastomo Ari Saputro, S.Sos, M.AP, M.Agr.Sc, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman dalam pengarahannya menyampaikan bahwa diawal, Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi teknis untuk Musyawarah Padukuhan (Musduk) dan Muskal menjelang pemutakhiran data kemiskinan. Tujuannya agar data menjadi lebih akurat dan program penanggulangan kemiskinan tepat sasaran. 
“Dinamika perkembangan kriteria dan data yang ada di masyarakat harus terus dievaluasi sehingga Musduk dan Muskal ini menjadi penting. Artinya pemutakhiran data ini dilaksanakan secara periodik untuk memperbaharui data kemiskinan.” ujarnya
Ari juga memberikan apresiasinya terhadap hasil dari Pemutahiran data kemiskinan dengan 152 KK dicoret dan ada 40 KK usulan baru 
"Data yang diperoleh lewat Muskal ini haruslah hasil aspirasi masyarakat, bukan hanya pendataan yang dilakukan secara top‑down dari Dinas saja.  Pemutakhiran data memungkinkan pemerintah daerah dan pusat untuk merespon perubahan cepat di lapangan misalnya perubahan kondisi ekonomi, pekerjaan, rumah tangga", jelas Ari.


Kawat Sosial Kapanewon Seyegan, Subagyo Rahayu, dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan bahwa penggunaan forum Muskal dengan melibatkan masyarakat setempat, lurah, ketua RT/RW,  dan tokoh masyarakat akan  membantu meningkatkan partisipasi dan transparansi.
"Data yang diperbarui juga menjadi dasar bagi kebijakan pembangunan Kalurahan untuk menentukan program, alokasi anggaran, dan penyaluran bantuan", ujar Bagyo
Bagyo kemudian memberikan data kemiskinan berdasarkan SK Bupati tahun 2024 dengan prosentase angka kemiskinan untuk Kalurahan Margomulyo mencapai 11,70 %, Kapanewon Seyegan 11,97 % , sedangkan Kabupaten Sleman sebesar 7,46 %. Diakhir sambutannya Bagyo berpesan bahwa Validasi lapangan penting: bukan hanya mengandalkan data administrasi, tetapi juga kunjungan ke rumah/kondisi nyata masyarakat. Pastikan data yang dihasilkan benar‑benar merepresentasikan kondisi saat ini dan bukan hanya data lama yang digandakan. Muskal diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Pemutahiran Data Kemiskinan Kalurahan Margomulyo tahun 2025. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)