Donor Darah PMI Seyegan Lampaui Target, Warga Antusias Bantu Penuhi Stock Darah Sleman

  • May 13, 2026
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Kepedulian warga terhadap aksi kemanusiaan kembali terlihat dalam kegiatan donor darah rutin yang diselenggarakan PMI Kapanewon Seyegan pada Rabu (13/5/2026). Bertempat di Pendopo Kapanewon Seyegan mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB, kegiatan ini berhasil menarik puluhan peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari upaya PMI untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kabupaten Sleman yang masih cukup tinggi. Kegiatan donor darah rutin PMI Seyegan selama ini melibatkan pamong kalurahan, relawan, unsur Polri, hingga masyarakat umum. Lokasi pelaksanaan pun tidak selalu terpusat di satu tempat, namun bergilir di berbagai wilayah di Seyegan agar menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sebelumnya, PMI Cabang Seyegan juga menggelar kegiatan donor darah dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 yang dilaksanakan di GOR Kalurahan Margoluwih.

Antusiasme masyarakat terhadap donor darah kali ini bahkan melampaui target peserta. Dari total 43 orang yang mendaftar, sebanyak 38 pendonor dinyatakan lolos skrining kesehatan dan berhasil mendonorkan darahnya.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan yang juga Pengurus PMI Cabang Seyegan, Subagyo Rahayu, mengatakan bahwa donor darah memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi penerima donor tetapi juga bagi kesehatan pendonornya sendiri.

“Kegiatan donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental pendonornya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah satu pengurus PMI Cabang Seyegan, Ipnu Sutopo. Ia menilai donor darah mampu memberikan dampak positif secara emosional dan sosial bagi masyarakat.

“Donor darah dapat meningkatkan kesejahteraan emosional karena memberikan rasa bahagia dan kepuasan batin setelah membantu menyelamatkan nyawa orang lain,” kata Ipnu.

Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Sleman hingga kini masih cukup tinggi. Rata-rata kebutuhan darah mencapai sekitar 60 hingga 70 kantong per hari, atau sekitar 3.000 sampai 3.500 kantong darah setiap bulan.

Sementara itu, stok darah yang tersedia dari donor rutin rata-rata hanya berkisar antara 1.900 hingga 2.500 kantong per bulan. Kondisi tersebut membuat PMI sering menghadapi kekurangan stok, terutama pada momen tertentu seperti bulan Ramadan maupun akhir tahun.

“Pada situasi tertentu, stok darah harian bahkan hanya mencapai sekitar 50 kantong. PMI Sleman sampai harus mendatangkan pasokan darah dari daerah lain seperti Malang dan Surabaya untuk menutup kekurangan,” jelas Ipnu.

PMI Kabupaten Sleman pun terus mengimbau masyarakat agar rutin melakukan donor darah, khususnya untuk golongan darah tertentu yang kerap mengalami kekosongan stok. Informasi ketersediaan darah dapat dipantau melalui akun Instagram resmi PMI Sleman maupun berbagai kanal informasi seputar Sleman.

Selain itu, PMI juga terus mengembangkan layanan jemput bola melalui kegiatan donor darah keliling di seluruh wilayah Sleman guna menambah pasokan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ipnu berharap semakin banyak pendonor pemula dari kalangan remaja yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.

“Kami berharap munculnya pendonor darah pemula dari kalangan remaja dapat menumbuhkan rasa kepedulian generasi muda terhadap tanggung jawab kemanusiaan kepada sesama yang membutuhkan,” pungkasnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)