Kalurahan Margoluwih Fasilitasi "Sesama" Mandungan I Dengan Bantu Sarpras Pengelolaan Sampah
- Jun 08, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Semangat menjaga lingkungan melalui kegiatan pengelolaan sampah di Padukuhan Mandungan I mendapat apresiasi dari Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan. Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) yang diberi nama SESAMA (Sedekah Sampah Mandungan 1) mendapatkan bantuan dana stimulan untuk pengadaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah.
Hal tersebut disampaikan Ulu-Ulu Kalurahan Margoluwih, Sutikno, dalam kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Pengelolaan Sampah yang dilaksanakan pada Minggu (7/6/2026) di Serambi Masjid Al Hidayah Mandungan I. Kegiatan tersebut diikuti pengurus SESAMA yang mayoritas merupakan pemuda Padukuhan Mandungan I, serta ibu-ibu pengurus KWT dan petugas P3S Kalurahan Margoluwih.
Sutikno mengatakan, bantuan dana sebesar Rp5 juta tersebut diharapkan mampu menambah semangat para pengurus SESAMA dalam mengelola sampah di lingkungan padukuhan.
“Kami berharap dengan adanya stimulan untuk pengadaan sarpras ini, SESAMA semakin bersemangat mengatasi persoalan sampah di Padukuhan Mandungan I dan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujar Sutikno.
Sementara itu, Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kalurahan Margoluwih, Suminah, mendorong KPSM SESAMA agar menjadi pelopor perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
Menurutnya, dominasi pemuda dalam kepengurusan SESAMA menjadi kekuatan tersendiri dalam mendukung program SIOSESTU, yaitu sistem pendataan berbasis web yang dinilai lebih sesuai dengan generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, Praktisi Pengelolaan Sampah sekaligus P3S Kapanewon Seyegan, Sutarto Agus Raharjo, hadir sebagai narasumber sosialisasi. Ia menilai pengelolaan sampah di Padukuhan Mandungan I sudah berjalan cukup baik.
“Kelembagaan sudah mapan, sarana prasarana juga sudah memadai. Tinggal bagaimana ke depan bisa segera mewujudkan Rumpiah atau Rumah Pilah Sampah melalui hibah dana dari kalurahan,” jelas Sutarto.
Ia juga menyampaikan berbagai metode pengelolaan sampah organik berbasis teknologi tepat guna yang dapat diterapkan masyarakat, seperti Jugangan, Biopori, Biopot, Losida, dan komposter.
Di akhir paparannya, Sutarto menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
“Kita semua adalah stakeholder yang mempunyai tugas sebagai fasilitator dan stimulator yang menjadi agen perubahan di masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah sebagai regulator,” pesannya.
Dengan adanya hibah dana tersebut, Kalurahan Margoluwih menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pengelolaan sampah di tingkat padukuhan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)