Kebon Miraos Kembangkan Minuman Parijoto, Dorong UMKM Sleman Bangkit
- Dec 21, 2025
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Kebon Miraos, sebuah rumah industri yang berlokasi di Mriyan XI, Margomulyo, Seyegan, Sleman, mengembangkan inovasi minuman sehat berbahan dasar buah parijoto, tanaman yang dikenal sebagai ikon Kabupaten Sleman. Produk bernama Parijoto Drink ini dikembangkan oleh Yulia Catur Hapsari sejak masa pandemi Covid-19.
Parijoto Drink merupakan minuman ringan yang kaya manfaat kesehatan. Buah parijoto diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan serta mendukung daya tahan tubuh. Minuman ini ditujukan sebagai alternatif minuman sehat berbahan alami.
Dalam proses produksinya, bahan baku parijoto drink sebagian besar berasal dari kebun milik sendiri. Namun, ketika permintaan meningkat, Kebon Miraos juga mengambil pasokan buah parijoto dari kawasan Kaliurang, Sleman, serta dari Gunung Muria, Kudus, yang dikenal sebagai daerah tumbuh alami tanaman tersebut. Minuman Parijoto sendiri selain berbahan baku buah Parijoto, menggunakan bahan tambahan air, gula pasir, garam dan kayu manis. Dalam kondisi suhu ruangan, minuman yang disajikan dalam kemasan 250 ml ini tahan dalam waktu 5 hari, sedangkan dalam lemari pendingin bisa tahan sampai 5 bulan.
Ditemui di Kebun tanaman herbalnya, Jum'at (19/12/2025) Yulia menceritakan hal ikwal tentang produk yang sering diikutkan dalam pameran tersebut. Selain Parijoto Drink, Kebon Miraos juga mengembangkan produk herbal lain seperti teh bunga telang dan teh kencana ungu, yang menyasar pasar minuman herbal dan kesehatan.
Meski memiliki produk unggulan dan potensi pasar yang baik, Yulia mengakui masih menghadapi kendala dalam hal pemasaran. Kegiatan promosi melalui gebyar UMKM dinilai belum memberikan dampak jangka panjang karena bersifat sesaat. Oleh karena itu, diperlukan terobosan strategi promosi yang lebih berkelanjutan agar produk lokal berbasis tanaman khas daerah dapat dikenal lebih luas.
Pengembangan Parijoto Drink diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi tanaman lokal, tetapi juga mendorong kebangkitan UMKM Sleman melalui inovasi produk kesehatan berbasis kearifan lokal.
“Kami mengembangkan minuman berbahan parijoto bukan hanya untuk inovasi produk, tetapi juga sebagai upaya membangkitkan UMKM Sleman setelah pandemi. Parijoto adalah potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal. Dengan pengolahan yang tepat, kami ingin memberi nilai tambah bagi petani sekaligus membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat sekitar,” ujar Yulia. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)