Lokakarya Mini 2025, Kapanewon Seyegan Mantapkan Strategi Percepatan Penurunan Stunting

  • Nov 20, 2025
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Pemerintah Kapanewon Seyegan menggelar Lokakarya Mini Percepatan Penurunan Stunting 2025 sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting di wilayah tersebut. Kegiatan berlangsung di ruang Puntadewa Lantai II Kapanewon Seyegan, yang diikuti oleh perwakilan Puskesmas, KUA Seyegan,  Kalurahan, kader kesehatan, TP PKK, dan mitra pembangunan.

Kawat Sosial Kapanewon Seyegan, Subagyo Rahayu menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan gerak bersama agar program benar-benar menyentuh keluarga berisiko.
"Kader Kesehatan dituntut untuk pelayanan kepada masyarakat, hal ini berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan konvergensi stunting di wilayahnya", jelas Subagyo


Lokakarya Mini menghadirkan Nara sumber dari Puskesmas Seyegan yang merupakan leading sektor dalam penurunan stunting. Dalam pemaparannya, Bety Nur Utami, Penanggung jawab Program Gizi Puskesmas Seyegan menyampaikan perkembangan terkini angka stunting serta berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari kesadaran gizi keluarga yang belum optimal hingga pemerataan layanan pendampingan gizi. Data tersebut menjadi pijakan penyusunan strategi 2026, terutama melalui intervensi spesifik dan sensitif seperti edukasi gizi, peningkatan cakupan posyandu, serta penguatan pendataan by name by address.
"Lokmin ini merupakan salah satu bagian dari 6 komponen aksi 7 yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu", jelas Bety diawal paparannya.


Bety menyampaikan tentang 5 pilar strategi Nasional penurunan stunting dengan dasar Perpres 72 tahun 2021. Termasuk 5 kelompok sasaran yang menjadi tujuan stranas percepatan penurunan stunting yaitu  balita sampai dengan 59 bulan, Remaja putri,  calon pengantin, ibu hamil dan ibu menyusui. Disampaikan pula oleh Bety, 8 aksi integrasi yang merupakan penjabaran dari aksi 7 dan tujuannya. Sedangkan sebagai payung hukum disebutkan beberapa regulasi berkaitan dengan penanggulangan stunting.
Bety kemudian menerangkan tentang tahapan kegiatan aksi 7 yang meliputi 6 komponen yaitu perencanaan jadwal pengukuran, pelaksanaan pengukuran tumbuh kembang, input data-konfirmasi- validasi, audit kasus stunting dan diseminasi-publikasi. Pada kesempatan itu, Bety juga memperkenalkan tentang penegakan diagnosis stunting mulai dari diagnosis Stunted, pemeriksaan diagnostik dan Stunting. Diakhir paparannya, Bety menyegarkan kembali kepada kader tentang alur rujukan balita stunting 

Para peserta kemudian mengikuti diskusi kelompok untuk merancang rencana aksi di masing-masing kalurahan. Melalui forum ini, tiap wilayah merumuskan target penurunan stunting beserta langkah konkrit, termasuk pemanfaatan dana desa, peningkatan peran kader, serta mekanisme monitoring berkala agar pelaksanaan program lebih terarah dan terukur.
Pemerintah kapanewon optimistis bahwa langkah terintegrasi ini akan membawa dampak nyata, menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)