Magang Bakat SDIT Alam Nurul Islam, Siswa Belanjar Pertanian Terpadu di Joglo Tani Cibuk Kidul, Margoluwih
- Jan 09, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - SDIT Alam Nurul Islam, Dusun Cambahan, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping Sleman, menyelenggarakan kegiatan Magang Bakat sebagai upaya membentuk karakter dan mengembangkan potensi siswa sejak dini. Kegiatan ini diperuntukkan bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan skema pelaksanaan yang disesuaikan dengan jenjang kelas.
Siswa kelas 4 melaksanakan magang bakat di lingkungan sekolah, siswa kelas 5 magang di sekitar sekolah, sedangkan siswa kelas 6 diberi kesempatan magang di luar sekolah. Para siswa bebas menentukan bidang peminatan sesuai minat masing-masing, seperti bidang pertanian, kuliner, ekzootarium, toko, laundry, foto copy dan masih banyak lagi serta menentukan tempat magang secara mandiri. Pada tahun 2026 ini, magang bakat sendiri dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada 6–8 Januari 2026.
Ditemui dihari ketiga, Kamis (8/1/2026), empat siswa SDIT Alam Nurul Islam, yakni Abrisan, Muh. Nasir, Faiq Afif, dan Alfan Nur Karim, berkesempatan mengikuti magang bakat di Joglo Tani, Mandungan I, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan. Suatu kawasan yang seringkali dijadikan lokasi studi banding dan pelatihan peserta dari seluruh Indonesia.
Di lokasi magang, siswa mempelajari konsep integrated farming yang menggabungkan pertanian, perikanan, dan peternakan dalam satu kawasan. Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan membersihkan kandang dan memberi makan ternak kambing serta unggas.
“Saya senang bisa ikut magang di Joglo Tani karena bisa belajar langsung memberi makan kambing dan ayam, bahkan memanen telur sendiri,” ujar Abrisan, salah satu peserta magang.

Selain itu, siswa juga dikenalkan pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai pakan ternak.
“Ternyata sisa makanan di rumah bisa dimanfaatkan untuk pakan ayam dan ikan, jadi tidak terbuang percuma,” kata Faiq Afif.
Di bidang pertanian, peserta magang belajar membuat media tanam, pupuk organik, serta menanam sayuran. Ada juga kegiatan rekreatif yang dilakukan oleh siswa yaitu memancing di kolam ikan. Kegiatan yang paling menarik perhatian siswa adalah praktik membuat taoge dari biji kacang hijau.
“Membuat taoge itu mudah dan bisa kami praktikkan di rumah maupun di sekolah,” ungkap Alfan Nur Karim dengan antusias.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari TO Suprapto dan Bapak Wahyu. Menurut TO Suprapto, magang bakat menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi anak-anak.
“Anak-anak belajar langsung dari alam. Mereka tidak hanya melihat, tetapi melakukan sendiri sehingga nilai tanggung jawab dan kemandirian bisa tumbuh,” tuturnya.
Setelah program magang bakat selesai, siswa diwajibkan menyusun laporan berupa jurnal magang bakat dan akan dipresentasikan didepan Guru.
Guru SDIT Alam Nurul Islam, Budi Suprayitno, yang memberi keterangan lewat telepon, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam pembentukan karakter siswa.
“Magang bakat ini memberi gambaran nyata tentang kegiatan produktif sesuai minat anak. Dari sini mereka belajar disiplin, kerja keras, dan menghargai proses serta mengembangkan diri,” jelas Budi Suprayitno.
Budi juga menyampaikan bahwa sebelum ke lapangan, siswa magang juga diberi bekal berupa adab sopan santun dalam berinteraksi dengan orang lain. Sekolah juga support kepada siswa untuk bersungguh sungguh dalam kegiatan magang karena bidang peminatan dan tempat magang dipilih sendiri oleh siswa. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)