Membangun Kalurahan Berkarakter Pancasila, Pondasi Menuju Kemajuan

  • Oct 10, 2025
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Pancasila sebagai dasar negara Indonesia bukan hanya menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari hari, termasuk di lingkungan Kalurahan. Kalurahan yang berkarakter Pancasila adalah Kalurahan yang menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam pengambilan kebijakan, pembinaan masyarakat, serta dalam interaksi sosial antar sesama warganya.


Kalurahan Margomulyo, yang masuk wilayah Kapanewon Seyegan, termasuk salah satu Kalurahan yang dinobatkan sebagai Kalurahan berkarakter Pancasila. Sehingga dengan status tersebut, setiap tahun diwajibkan untuk mengadakan pembinaan kepada tokoh tokoh masyarakatnya tentang Kalurahan berkarakter Pancasila, seperti yang diadakan pada hari Jum'at (10/10/2025) di ruang Rapat Kalurahan Margomulyo yang dihadiri oleh Panewu Seyegan, Lurah dan Pamong Kalurahan Margomulyo, Babinkamtibmas, Ketua BPKal dan anggotanya serta perwakilan LKK Margomulyo.


Agung Endarta, S.Sos, M.Si, Panewu Seyegan dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Margomulyo yang telah menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kalurahan berkarakter Pancasila. 
"Kegiatan ini mengingatkan kita pada nilai nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang banyak dinamikanya", ujar Agung.
Agung juga sampaikan bahwa di masa sekarang nilai nilai Pancasila agak terlupakan. Penerapan dan implementasi nilai luhur yang ada pada Sila sila Pancasila mulai berkurang. Hal ini bisa dilihat dengan menurunnya nilai toleransi, persatuan dan yang paling dirasakan adalah menurunnya semangat gotong royong di masyarakat. Ada pergeseran dalam implementasi nilai nilai Pancasila di masyarakat. Untuk itu perlu pembinaan dan penguatan nilai Pancasila kepada generasi penerus sebagai warisan yang tidak tergantikan.


Hendi Setiawan, S.Sos, M.A.P dari Kesbangpol Sleman yang bertindak sebagai Nara sumber, menyampaikan bahwa Pancasila sebagai Pedoman Hidup di Kalurahan masih relevan setiap silanya untuk diimplementasikan. Pancasila memiliki makna penting yang bisa diterapkan di lingkungan Kalurahan.
"Desa-desa di Indonesia sebenarnya sudah lama menerapkan nilai-nilai Pancasila, walaupun kadang tidak secara formal disebut demikian. Seperti: Gotong royong, musyawarah warga, pembagian bantuan sosial secara adil, kegiatan keagamaan yang toleran, dan pengembangan UMKM desa untuk pemerataan ekonomi", jelas Hendi
Hendi juga menambahkan, dalam mengimplementasikan nilai nilai Pancasila ada 3 aspek yang mendasari yaitu aspek kebijakan, aspek kelembagaan dan aspek aktivitas. Ketiga aspek inilah yang digunakan sebagai dasar dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila.
Hendi kemudian memberi contoh bentuk aktifitas yang mendukung pembentukan karakter generasi muda yaitu dengan kegiatan Paskibraka. Selama 2 bulan pelatihan dan penanaman cinta tanah air serta penerapan kedisiplinan yang tinggi, mampu membentuk karakter generasi muda yang menerapkan nilai nilai Pancasila. Dan ini berdampak besar dalam kehidupan sehari hari. 
Dibagian akhir, Hendi juga menyampaikan kegiatan yang telah dilakukan oleh Kesbangpol dalam menjalankan kebijakan sehubungan dengan menurunnya nilai nilai Pancasila, yaitu kegiatan Kesbangpol goes to School, Wawasan Kebangsaan di 86 Kalurahan dan lomba Kalurahan Berkarakter Pancasila.


Adapun tantangan utama dalam membangun Kalurahan berkarakter Pancasila adalah modernisasi yang cepat, masuknya budaya luar, dan perpecahan akibat perbedaan pilihan politik. Oleh karena itu, penting bagi seluruh elemen masyarakat, Kalurahan, pemerintah, tokoh adat, pemuda, dan lembaga kemasyarakatan, untuk terus menguatkan pendidikan nilai-nilai Pancasila.
Sebagai kesimpulan, Kalurahan berkarakter Pancasila bukan sekadar slogan, tetapi sebuah upaya nyata untuk membangun kehidupan Kalurahan yang rukun, adil, demokratis, dan sejahtera. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, kaluarga dapat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan Indonesia yang maju dan berkeadaban. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)