Pertunjukan Fragmen "Ande-ande Lumuten" Meriahkan Peringatan Hari Ibu di Padukuhan Seyegan
- Dec 22, 2025
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Sanggar Seni dan Budaya “Maton” Padukuhan Seyegan menggelar pertunjukan fragmen “Ande-Ande Lumuten” dalam rangka memperingati Hari Ibu 2025, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan berlangsung di pertigaan RT 01 dan RT 03 Padukuhan Seyegan, dan mendapat antusiasme tinggi dari warga setempat. Acara seni dan budaya ini juga dihadiri oleh Perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Panewu Seyegan dan jajarannya, serta Lurah Margokaton.
Acara diawali dengan sambutan Dukuh Seyegan, Fajariyanto, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh ibu-ibu Padukuhan Seyegan atas peran aktif mereka dalam pelestarian seni dan budaya. Fajariyanto, menegaskan pentingnya pelestarian budaya berbasis masyarakat.
“Seni tradisi seperti fragmen Ande-Ande Lumuten harus terus kita hidupkan. Melalui keterlibatan ibu-ibu, budaya tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diwariskan dengan penuh keteladanan kepada anak cucu kita,” ujarnya.
Sambutan dilanjutkan oleh Panewu Seyegan, Agung Endarta, S.Sos., M.Si., yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan sosial dan budaya masyarakat. Agung Endarta, S.dis, M,Si menambahkan,
“Perempuan yang berdaya dalam seni dan budaya adalah fondasi kuat untuk membangun karakter bangsa menuju Indonesia Emas 2045.”
Hal ini sejalan dengan tema besar Peringatan Hari Ibu tahun 2025 ini yaitu “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, yang diwujudkan secara nyata melalui pentas seni tersebut. Seluruh pemain fragmen Ande-Ande Lumuten merupakan ibu-ibu, begitu pula para pengrawit gamelan yang mengiringi pertunjukan, sehingga menampilkan kekuatan perempuan dalam berkarya dan melestarikan budaya tradisional.
Fragmen Ande-Ande Lumuten dipentaskan dengan naskah dan sutradara Supardiyono, menampilkan cerita rakyat yang sarat nilai moral, kebersamaan, serta keteladanan. Penampilan para pemain mendapat apresiasi meriah dari penonton yang memadati lokasi pertunjukan.
Melalui kegiatan ini, Sanggar Seni dan Budaya “Maton” tidak hanya memperingati Hari Ibu, tetapi juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai pelaku utama dalam pelestarian seni budaya, sekaligus penggerak menuju masyarakat yang berdaya dan berkarakter.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen masyarakat Padukuhan Seyegan dalam melestarikan seni dan budaya tradisional Jawa, khususnya melalui keterlibatan aktif kaum perempuan. Pertunjukan fragmen Ande-Ande Lumuten tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai warisan leluhur. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)