Poktan Dadi Rukun Panen Raya Padi Organik, Bukti Keberhasilan Pertanian Ramah Lingkungan

  • Sep 29, 2025
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Semangat para petani Padukuhan Kurahan III, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan membuahkan hasil yang menggembirakan. Senin (29/9/2025) telah dilaksanakan panen raya padi organik di lahan pertanian seluas 2 hektar yang dikelola secara berkelompok oleh Kelompok Tani (Poktan) "DADI RUKUN". Kegiatan ini menjadi momen penting dalam perjalanan menuju sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis tinggi.


Panen raya ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten, Panewu Seyegan dan jajarannya, Danramil Seyegan, perwakilan Polsek Seyegan, Kepala BP4 Wilayah III Seyegan, Lurah Margodadi, Gapoktan Dadi Makmur, Dukuh Kurahan III, Poktan DADI Rukun dan KWT Semilir Kurahan III, penyuluh pertanian, serta masyarakat sekitar yang ikut merayakan keberhasilan petani dalam mengembangkan pertanian organik. 
Dalam sambutannya, Jalmo Susilodiprojo, Lurah Margodadi menyampaikan apresiasi kepada para petani yang telah menyelesaikan Sekolah Lapang (SL) Budi daya Padi Organik berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui praktik pertanian tanpa bahan kimia sintetis.
“Padi organik ini bukan hanya mengurangi pestisida dan pupuk kimia, tapi juga menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Suparjiyo, Ketua Kelompok Tani Dadi Rukun kemudian melaporkan hasil Sekolah Lapang Budi daya Padi Organik dari dana PUPM Kalurahan Margodadi tahun 2025. Jumlah peserta SL sendiri ada 25 orang petani, yang pelaksanaannya mulai 22 Maret - 30 Agustus 2025. Pada pelaksanaan agroekosistim, dilakukan pengamatan pH, kelembaban udara, intensitas sinar matahari. Juga dilakukan pengamatan pertumbuhan, ada tidaknya hama dan penyakit padi.
"Dalam SL ini peserta juga dibekali dengan pelatihan membuat pupuk organik dan aplikasinya dalam pengolahan lahan maupun pada masa pertumbuhan", tambahnya
Varietas padi yang yang ditanam adalah Impari 32 dengan sistim tanam jajar legowo 4:1 yang mulai tanam pada tanggal 12 -15 Juni 2025 dan tanggal panen 29 September 2025 (104 HST). Aplikasi pupuk kimia yang berupa urea dan N.P.K tetap diberikan sesuai rekomendasi. Dalam pelaksanaan budi daya padi tersebut, terdapat kendala yaitu serangan hama yang berupa keong, dan gulma air juga Irigasi yang tidak rutin serta tanah persawahannya yang dalam atau berlumpur. Diakhir laporannya, Parjiyo melaporkan tentang hasil ubin yang mencapai 9,44 ton/Ha yang merupakan hasil rata rata dari 4 sample titik perhitungan. Hasil ini masuk kategori sangat bagus untuk kategori pertanian organik, mengingat rata rata hasil ubin hanya mencapai 6,5 ton/Ha.


Agung Endarta, S.Sos, M.Si, Panewu Seyegan dalam sambutannya memberi apresiasi kepada Kelompok Tani Dadi Rukun yang didukung oleh Dinas Pertanian dan BP4 Wilayah III berhasil dalam sekolah lapangnya. 
"Program PUPM ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan petani. Sehingga kegiatan Budi daya Padi organik tidak berhenti di kegiatan SL saja", begitu harap Agung.
Agung juga menyampaikan, Kelompok Tani untuk menjaring kerja sama dengan pihak luar baik dalam pendanaan, pemasaran maupun pemanfaatan teknologi tepat guna.


Nunung Nur Komariyah, SP, M.Si, dari Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman menyampaikan selamat kepada Kelompok Tani Dadi Rukun yang telah menyelesaikan SL nya. 
"Meskipun belum bisa 100 % pertanian organik, sedikit banyak petani SL sudah dapat menyerap Ilmu cara budidaya padi organik, pembuatan pupuk organik sampai dengan penanggulangan hama", ujarnya

Kepala BP4 Wilayah III Seyegan, Nurhayati, SP, M.PA yang hadir dalam kegiatan tersebut berpesan kepada kelompok tani dan KWT untuk melanjutkan Budi daya Padi Organik. Pemerintah sangat support untuk kegiatan SL yang dibuktikan dengan hibah pupuk organik sebanyak 2 Ton.
"Keberhasilan panen raya ini tidak lepas dari pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian, pelatihan organik dari lembaga mitra, serta semangat gotong royong antar petani dalam mengelola lahan dan irigasi secara terpadu", tegas Nurhayati
Beras yang dihasilkan pun memiliki kualitas premium dengan rasa yang lebih pulen dan aroma alami yang khas. Selain itu, harga jual beras organik di pasaran juga lebih tinggi dibandingkan beras konvensional, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.
Nurhayati juga berharap petani untuk menjaga lahan, karena bahan organik di wilayah Sleman Barat semakin berkurang drastis yaitu dengan mengembalikan jerami ke lahan. Untuk informasi pemasaran, Nurhayati menyampaikan bahwa Bulog masih melanjutkan kegiatan serap gabah dari petani.
Panen raya padi organik ini membuktikan bahwa dengan niat, kerja keras, dan kolaborasi, pertanian organik bukan sekadar idealisme, melainkan sebuah solusi nyata untuk pertanian yang sehat, berkelanjutan, dan menguntungkan.

(Sutarto Agus/KIM Seyegan).