Puskesmas Seyegan Gelar Operasi Pasar Jelang Lebaran di Pasar dan Toko Swalayan
- Mar 11, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Menjelang Hari Raya IdulFitri, kegiatan operasi pasar kembali digelar di wilayah Kapanewon Seyegan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Puskesmas Seyegan dengan menggandeng berbagai pihak terkait guna memastikan keamanan produk pangan yang beredar di masyarakat.
Operasi pasar yang dilaksanakan pada Selasa (10/3/2026) tersebut melibatkan sekitar 40 personel yang disebar di lima wilayah kalurahan di Kapanewon Seyegan. Tim terdiri dari unsur Kapanewon Seyegan seperti Satpol PP dan Kawat Kemakmuran, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), pemerintah kalurahan melalui Ulu-ulu, Babinsa/Babinkantibmas serta petugas dari Puskesmas Seyegan.
Sasaran kegiatan ini meliputi toko, swalayan, pasar tradisional, hingga distributor parcel Lebaran yang berada di wilayah Seyegan. Pengawasan dilakukan melalui kegiatan inspeksi dan sidak untuk memastikan produk yang dijual aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Dalam pembekalannya, Panewu Seyegan, Agung Endarta, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa tujuan utama operasi pasar ini adalah melindungi konsumen dari risiko kesehatan akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak layak, rusak, maupun sudah melewati masa berlaku.
Menurutnya, peningkatan permintaan kebutuhan pangan menjelang Lebaran sering dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menjual produk yang sudah mendekati atau bahkan melewati masa kedaluwarsa.
“Operasi pasar ini bertujuan memberikan edukasi kepada pedagang. Sifatnya pembinaan, bukan penindakan,” ujar Agung.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan Puskesmas Seyegan, Amalia Susanti, AMKL, menjelaskan gambaran teknis pelaksanaan operasi pasar, termasuk penggunaan formulir monitoring yang akan diisi oleh tim selama kegiatan berlangsung.
Menurut Amalia, fokus pengawasan kali ini diarahkan pada produk yang banyak beredar menjelang Lebaran, khususnya parcel Lebaran yang kerap berisi produk dengan masa kedaluwarsa yang sudah dekat atau kemasan yang hampir rusak.
“Fokus sasaran operasi adalah parcel Lebaran yang sering kali berisi produk dengan masa kedaluwarsa dekat atau kemasan yang hampir rusak,” jelasnya.
Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap berbagai produk pangan olahan seperti makanan kaleng, kue kering, bahan makanan, dan minuman kemasan yang dijual di supermarket maupun minimarket.
Di pasar tradisional, pengawasan difokuskan pada bahan pangan segar seperti daging, ikan, dan sayuran. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesegaran produk serta memastikan tidak adanya bahan berbahaya seperti formalin atau boraks.
Amalia juga menjelaskan beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan produk, di antaranya tanggal kedaluwarsa (expired date), izin edar seperti PIRT atau BPOM, kondisi kemasan, serta kelengkapan label produk yang memuat informasi nutrisi, komposisi, dan keterangan halal.
Apabila ditemukan pelanggaran, tim operasi pasar akan mengumpulkan produk tersebut dan meminta pemilik toko untuk menghubungi pemasok atau supplier guna dilakukan pemusnahan.
Langkah ini merupakan bentuk edukasi kepada pemilik usaha agar tidak melakukan praktik “cuci gudang” dengan menjual barang rusak atau kedaluwarsa menjelang Lebaran.
“Diharapkan dengan operasi pasar ini keamanan konsumen lebih terjamin ketika membeli produk yang aman dan layak konsumsi,” tambah Amalia.
Operasi pasar memang rutin dilakukan menjelang Lebaran karena meningkatnya konsumsi masyarakat serta adanya potensi peredaran produk pangan yang tidak layak jual.
Dari hasil operasi yang dilakukan di beberapa titik pasar tradisional dan toko swalayan, tim masih menemukan sejumlah produk yang sudah kedaluwarsa, kemasan rusak dan kotor, robek akibat gigitan tikus, hingga produk yang telah berjamur.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pedagang sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat dalam memperoleh pangan yang aman dan sehat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)