Rakor KIM Sembada Antisipasi Pelaksanaan Program Kerja di Tengah Efisiensi Anggaran

  • Apr 02, 2026
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Dua agenda besar digelar oleh Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sembada Kabupaten Sleman pada awal April 2026, pasca perayaan Hari Raya Idulfitri. Kegiatan tersebut meliputi pengukuhan pengurus KIM “Pijar Mlati” Kapanewon Mlati periode 2026–2031 serta Rapat Koordinasi (Rakor) Forum KIM Sembada.

Bertempat di Pendopo Kapanewon Mlati, Rabu (1/4/2026), Panewu Mlati, Dyah Purwanti, S.Sos., M.I.P., secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus KIM Mlati. Dalam rangkaian acara tersebut, para pengurus juga mendapatkan pembekalan dari Panewu Mlati, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, serta Ketua Forum KIM Sembada Sleman terkait peran strategis KIM dalam pembangunan masyarakat berbasis informasi.

Mengusung tagline “Mewujudkan Masyarakat Informatif, Cerdas, dan Berdaya melalui Keterbukaan Informasi Publik”, kegiatan ini dinilai sangat relevan sebagai modal bagi para penggiat literasi. Mereka diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat, khususnya dalam menyaring dan mengonsumsi informasi positif di tengah derasnya arus keterbukaan informasi.

Usai prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan Rakor KIM Sembada yang dipimpin langsung oleh Ketua Forum KIM Sembada Sleman, Adnan Imam Nurcahyo. Dalam pengantarnya, Adnan menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pada tahun 2025–2026 turut berdampak pada alokasi anggaran kegiatan KIM, sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Sleman.

“Fasilitasi Rakor KIM yang sebelumnya dapat dilaksanakan 12 kali dalam setahun, untuk tahun ini berkurang menjadi 10 kali. Selain itu, anggaran pelaksanaan juga mengalami penurunan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa honor atau kompensasi penulisan berita juga mengalami penyesuaian. Dinas Kominfo Sleman kini menerapkan kebijakan kurasi yang lebih ketat terhadap berita yang akan ditayangkan di Media Center Sleman.

“Hanya berita yang berkaitan dengan RPJMD yang akan ditayangkan,” imbuh Adnan.

Kedua hal tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rakor yang dihadiri oleh perwakilan dari 17 kapanewon di Kabupaten Sleman. Terkait pengurangan frekuensi Rakor dan penyesuaian anggaran operasional, para peserta sepakat bahwa hal tersebut tidak menjadi kendala signifikan, mengingat sebagian besar penggiat KIM merupakan relawan.

“Jika anggaran hanya cukup untuk konsumsi ringan, maka Rakor tidak perlu memaksakan penyediaan makan siang,” ungkap Adnan.

Sementara itu, terkait pengetatan kurasi berita, forum menilai hal tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas karya jurnalistik para penggiat literasi. Tidak hanya mengejar kuantitas tayangan, tetapi juga memperhatikan substansi dan relevansi berita.

Kurasi menjadi kunci utama, mengingat berita yang dipublikasikan melalui Media Center Sleman akan menjadi bagian dari analisis media dan informasi publik oleh Dinas Kominfo Sleman.

Selain membahas dua isu utama tersebut, Rakor juga menetapkan jadwal dan lokasi pertemuan KIM mulai Mei hingga Desember 2026. Sebagai inovasi baru, forum juga menerapkan infaq kehadiran yang bersifat sukarela dan diperuntukkan bagi kegiatan sosial. Pada pertemuan bulan April ini, infaq yang terkumpul mencapai Rp105.000.

Melalui Rakor ini, Forum KIM Sembada menunjukkan komitmennya untuk tetap adaptif dan produktif di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus terus mendorong peran aktif masyarakat dalam mewujudkan ekosistem informasi yang sehat dan berkualitas. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)