Sarasehan Induk Kelompok Masyarakat Kebudayaan Menjaga Warisan Menguatkan Identitas Bangsa

  • Oct 04, 2025
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Dalam era globalisasi yang terus berkembang pesat, identitas budaya menjadi salah satu aspek penting yang perlu dijaga dan dilestarikan. Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat perlu memiliki ruang untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan memperkuat nilai-nilai budaya lokal. Salah satu bentuk kegiatan yang efektif dalam hal ini adalah sarasehan induk kelompok masyarakat kebudayaan.
Demikian juga yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman yang mengadakan Sarasehan induk kelompok masyarakat kebudayaan di Sekolah Dasar (SD) Negeri Sompokan Kalurahan Margomulyo Kapanewon Seyegan pada hari Sabtu (4/10/2025). Hal ini untuk memberi semangat kepada SD N Sompokan yang kedepannya diproyeksikan menjadi Sekolah Budaya.


Sarasehan sendiri dihadiri sejumlah tokoh masyarakat yaitu Kawat Sosial Kapanewon Seyegan, 5 Lurah di wilayah Seyegan, perwakilan MWCNU, Fatayat, Ansor, Banser, dan Karang Taruna dari 5 Kalurahan.
Anggri Laisaroh, S.Pd, M.Pd, Plt. Kepala SD Negeri Sompokan menyambut positif pelaksanaan Sarasehan Budaya di sekolahnya. Apalagi Sekolahnya yang akan ditunjuk menjadi Sekolah Budaya yang akan fokus dengan pelestarian permainan dan olahraga tradisional.
"Kesempatan menjadi sekolah budaya tidak hanya menanamkan nilai-nilai karakter dan kearifan lokal, tetapi juga aktif melestarikan warisan budaya tak benda, seperti permainan rakyat dan olahraga tradisional", ujarnya.
Anggri juga menambahkan  bahwa Sekolah Budaya ini penting dalam membentuk jati diri dan kecintaan siswa terhadap budaya bangsa. Harapan Anggri ada tindak lanjut setelah kegiatan selesai, artinya pembinaan dan pendampingan segera dilaksanakan pasca sarasehan.


Andre Veriangga, SH, Kasi Warisan Budaya Tak Benda, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa tujuan diadakan sarasehan adalah sebagai media strategis untuk membahas isu-isu penting terkait pelestarian budaya, penguatan komunitas, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai lokal.
"Induk kelompok masyarakat kebudayaan merupakan organisasi atau lembaga yang mewadahi berbagai komunitas budaya lokal", tambahnya
Lembaga ini berperan sebagai penggerak utama dalam pelestarian adat istiadat, bahasa daerah, seni tradisional, hingga sistem pengetahuan lokal. Keberadaan mereka sangat penting dalam menjaga kesinambungan budaya dari generasi ke generasi.
Dipilih SD Negeri Sompokan karena mempunyai potensi yang mendukung sebagai Sekolah Budaya. Sebelum sarasehan dimulai, Andre berkesempatan untuk berkeliling ke sudut sudut Sekolah SD Sompokan. Halaman yang luas, jumlah murid yang banyak (lebih dari 300 murid), punya panggung kesenian dan mempunyai alat musik tradisional gamelan merupakan potensi yang sangat mendukung.


Sedangkan Sarasehan dengan mengundang Karang Taruna sendiri mengandung maksud untuk meningkatkan kesadaran Generasi Muda dan melibatkannya dalam sarasehan yang merupakan cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini.
Andre menambahkan bahwa sejak bulan September 2025 sudah mulai dilaksanakan kegiatan sarasehan budaya yang akan menyasar di 75 titik. Harapannya Sarasehan menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai kelompok budaya agar saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama.
"Membangun sinergi antar Kelompok Budaya merupakan tujuan yang akan dicapai dalam sarasehan", tambah Andre


Andre juga menginformasikan bahwa Kegiatan yang berbau budaya ini sepenuhnya didanai oleh Dana Keistimewaan (Danais), jadi masyarakat dipersilahkan untuk mengakses penganggaran kegiatan budaya melalui Dinas Kebudayaan.
Dibagian akhir Andre berharap dengan merumuskan Strategi Pelestarian Budaya akan menghasilkan ide-ide konkret tentang bagaimana budaya lokal bisa dijaga dan dikembangkan di tengah tantangan zaman. Disamping itu dari hasil sarasehan, diharapkan terbentuk kesepahaman bersama antar pelaku budaya, serta munculnya program-program nyata yang bisa diimplementasikan oleh komunitas masing-masing.
"Pemerintah daerah, lembaga kebudayaan, dan masyarakat luas perlu mendukung hasil sarasehan agar tidak berhenti hanya pada diskusi, melainkan berlanjut dalam bentuk aksi nyata", ujar Andre mengakhiri paparannya.
Pada kesempatan itu, Andre menyerahkan 2 buku yaitu Wayang Siswa dan Wayang Video kepada SD Negeri Sompokan yang diterima oleh Plt Kepala Sekolah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)