Sarasehan MTTM Seyegan: Mencari Cara Mengembalikan Pemuda ke Masjid

  • Mar 10, 2026
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Majelis Taklim Takmir Masjid (MTTM) Kapanewon Seyegan menggelar sarasehan dan buka puasa bersama dengan tema “Pembinaan Remaja Masjid” pada Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Makan Joglo Narto Atmojo, Nyamplung, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 peserta yang merupakan perwakilan takmir masjid se-Kapanewon Seyegan. Selain sebagai ajang silaturahmi, sarasehan ini juga menjadi forum pembinaan bagi takmir masjid yang akan mengajukan proposal bantuan kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tujuan utama bantuan tersebut adalah untuk meningkatkan peran serta aktivitas pemuda di masjid sehingga keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan generasi muda.

Afifudin, pengurus MTTM yang mewakili anggota DPRD DIY Sofyan Arif Darmawan, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat lima masjid yang akan menerima bantuan dari Pemerintah DIY. Ia menekankan bahwa proses pengajuan proposal kini harus dipersiapkan dengan baik karena aturan terkait kelengkapan dokumen semakin ketat.

Dalam kesempatan itu, Afifudin juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda di masjid. Menurutnya, meskipun telah disediakan waktu khusus untuk konsultasi dan pembinaan, kesempatan tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pengurus maupun jamaah.

Ia mengajak para peserta untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang menyebabkan generasi muda kurang tertarik datang ke masjid. Menurutnya, diperlukan strategi dakwah yang tepat agar pembinaan generasi muda dapat berjalan berkelanjutan.

“Masjid perlu menjadi wadah pembinaan yang terarah agar generasi muda merasa memiliki ruang untuk berkontribusi dan beraktivitas,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Ferry Nugroho, memaparkan pentingnya peran pemuda dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ia menilai bahwa saat ini terdapat berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda.

“Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim dan sekitar 64 persen merupakan pemuda sebagai bonus demografi, kita justru dihadapkan pada berbagai persoalan seperti tawuran, klitih, pergaulan bebas, hingga penyimpangan perilaku. Ini menjadi tantangan bagi masjid untuk merangkul mereka kembali,” jelas Ferry.

Ia juga mengajak para pengurus masjid untuk memahami pola pikir generasi muda masa kini serta melihat kembali struktur usia jamaah di masjid masing-masing.

Melalui forum sarasehan ini, tim dan pengurus MTTM menyatakan siap memberikan pendampingan kepada pengurus masjid dalam mengembangkan kegiatan remaja masjid. Salah satu strategi yang disarankan adalah menghadirkan sosok pemuda setempat yang memiliki keteladanan dan mampu menjadi penggerak kegiatan di masjid.

Dengan demikian, diharapkan masjid dapat menjadi ruang yang ramah bagi generasi muda sekaligus pusat pembinaan yang mampu melahirkan generasi muslim yang aktif, berakhlak, dan berkontribusi bagi masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)