SPPG Margomulyo Gandeng Puskesmas Seyegan Gelar Edukasi Gizi di SD Margomulyo I
- Feb 07, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo bekerja sama dengan Puskesmas Seyegan mengadakan kegiatan edukasi gizi bertema “Pentingnya Makan Sayur dan Minum Susu Plain” di SD Margomulyo I, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 145 siswa kelas I hingga kelas VI.
SD Margomulyo I menjadi sekolah pertama yang mendapatkan edukasi gizi terkait pentingnya konsumsi sayur dan susu plain. Ke depan, SPPG Margomulyo akan menjadwalkan kegiatan serupa di sekolah-sekolah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pengelolaannya berada di bawah SPPG Margomulyo.
Edukasi gizi ini menghadirkan Penanggung Jawab Gizi Puskesmas Seyegan, Beti Nur Utami, S.Tr.Gz, yang menyampaikan materi tentang Gizi Seimbang untuk Tumbuh Cerdas, Aktif, dan Sehat. Materi tersebut sebelumnya juga telah disampaikan dalam peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 pada 21 Januari 2026 yang lalu.
Dalam pengantarnya, Beti menjelaskan tujuan pembelajaran, antara lain pentingnya gizi seimbang, dampak kebiasaan makan tidak sehat, contoh makanan bergizi seimbang, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia menekankan bahwa masalah gizi sangat penting karena anak-anak berada pada masa pertumbuhan.
“Anak-anak SD sedang berada pada masa pertumbuhan, sehingga sangat membutuhkan asupan gizi seimbang setiap hari agar tumbuh sehat, kuat, dan siap belajar,” ujar Beti.
Ia menambahkan bahwa gizi seimbang berperan penting dalam menunjang aktivitas dan prestasi belajar siswa.
“Dengan makan sehat dan seimbang, anak-anak tidak mudah capek, tidak mengantuk di kelas, dan bisa belajar dengan lebih fokus,” jelasnya.
Beti juga menyampaikan konsep dasar gizi seimbang, yaitu pentingnya variasi dan kebersihan makanan untuk mencegah penyakit yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi. Ia memaparkan empat pilar gizi seimbang, yakni mengonsumsi makanan beragam, menerapkan pola hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, serta memantau tinggi dan berat badan secara rutin.
Pada sesi penutup, Beti menyampaikan pesan kunci kepada siswa melalui konsep 3 Biasa dan 3 Batasi. 3 Biasa meliputi biasa sarapan, biasa minum air putih, dan biasa membawa bekal sehat. Sedangkan 3 Batasi yaitu membatasi makanan manis, makanan asin atau berlemak, serta kebiasaan ngemil berlebihan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Nabila Astari, S.Gz, selaku Pengawas Produksi dan Kualitas SPPG Margomulyo, yang membahas tentang asupan sehat dan gizi seimbang. Ia menjelaskan manfaat masing-masing kelompok makanan, mulai dari karbohidrat, protein, sayuran, hingga buah-buahan.
Nabila juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengganti pedoman gizi 4 Sehat 5 Sempurna menjadi Isi Piringku melalui Permenkes Nomor 41 Tahun 2014, karena pedoman lama belum menjelaskan porsi dan keseimbangan makanan secara rinci.
“Melalui pedoman Isi Piringku, anak-anak bisa lebih mudah memahami porsi dan jenis makanan yang seimbang untuk dikonsumsi setiap hari,” terang Nabila.
Untuk meningkatkan pemahaman siswa, Nabila mengajak anak-anak bermain sambil mengisi kotak Isi Piringku sesuai dengan kelompok makanan yang tepat.

Kepala Satuan Pelayanan SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo, S.Psi., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi gizi ini merupakan bagian dari upaya pendampingan Program MBG agar manfaatnya lebih optimal.
“Kami berharap edukasi gizi ini dapat membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini, sehingga program MBG tidak hanya memberi makanan, tetapi juga menanamkan pemahaman gizi kepada anak-anak,” ujarnya.
Kegiatan edukasi gizi ini turut dihadiri oleh para guru SD Margomulyo I serta Direktur Bumkalma Seyegan Margo Manunggal, Tri Kusumawati. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)