Temu Kader, Pak Dhe Kamto Rumuskan Usulan Prioritas Kegiatan Pokir Dewan di Masa Refocusing Anggaran
- Mar 08, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Sekitar 100 kader SKC (Seyegan Kamto Center) menghadiri kegiatan temu kader Margomulyo dan Margoagung yang dikemas dalam acara buka puasa bersama sekaligus pemberian tali kasih. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat SKC di Dusun Kandangan, Kalurahan Margodadi tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/3/2026).
Acara yang dipimpin langsung oleh Pak Dhe Kamto ini diikuti oleh unsur Kordus, Srikandi (kader wanita SKC), serta kader inti. Momentum ini dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran kader sebagai ujung tombak di wilayah masing-masing.
“SKC harus terus berkembang, tidak hanya sekadar kumpul-kumpul. Program yang disampaikan kepada masyarakat harus benar-benar bermanfaat dan mampu membantu menyelesaikan masalah di masyarakat,” ujar Pak Dhe Kamto dalam arahannya.
SKC sendiri dibentuk pada tahun 2014 sebagai mesin pemenangan Sukamto sebagai calon legislatif dari Partai Golkar. Sosok yang akrab disapa Pak Dhe Kamto ini telah menjabat selama tiga periode dan baru saja terpilih kembali sebagai Ketua Harian Partai Golkar Kabupaten Sleman dalam Musda Partai Golkar beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Dhe Kamto juga menjelaskan kondisi pendanaan yang saat ini mengalami efisiensi atau refocusing anggaran. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi program Presiden.
Penurunan anggaran yang cukup signifikan ini berdampak pada berbagai sumber pendanaan daerah, termasuk Dana Desa yang kini hanya tersisa sekitar seperlima dari sebelumnya, serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari anggota DPRD yang juga mengalami pengurangan.
Karena itu, Pak Dhe Kamto berharap usulan kegiatan yang diajukan kepada anggota DPRD benar-benar merupakan kegiatan prioritas utama bagi masyarakat.
“BKK dari pokir Dewan tahun 2026 sudah turun, SK sudah jadi. Saat ini tinggal menunggu pencairan dana dari pihak kalurahan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hibah berupa barang, seperti kendaraan roda tiga, kemungkinan besar tidak akan turun pada tahun ini. Pengecualian hanya berlaku untuk usulan dari kelompok tani yang telah berbadan hukum. Adapun kegiatan yang masih memungkinkan untuk difasilitasi adalah kegiatan pembinaan bagi kelompok masyarakat yang sudah terbentuk.

Untuk usulan kegiatan tahun 2027, Pak Dhe Kamto mengingatkan para kader agar mengusulkan kegiatan yang benar-benar prioritas, dengan mekanisme pengajuan proposal yang paling lambat diterima pada 13 Maret 2026.
Pada kesempatan tersebut, Pak Dhe Kamto juga melakukan sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dari Partai Golkar pusat yang dapat diakses oleh kader. PIP merupakan bantuan uang tunai dari pemerintah bagi siswa dari keluarga kurang mampu atau rentan miskin agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Program ini diberikan kepada peserta didik tingkat SD hingga SMA/SMK melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tujuannya adalah mencegah kemungkinan putus sekolah serta membantu meringankan biaya pendidikan.
Adapun Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan kartu identitas yang digunakan sebagai penanda atau alat untuk mencairkan bantuan PIP tersebut. Dana PIP dapat dimanfaatkan untuk membeli buku, alat tulis, seragam, sepatu, biaya transportasi, maupun uang saku.
Sasaran program ini adalah peserta didik usia 6–21 tahun dari keluarga miskin atau rentan miskin, pemegang KKS, atau peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Khusus PIP yang diakses melalui Partai Golkar saat ini masih difokuskan untuk siswa tingkat SD dan SMP.
Di akhir pertemuan, Pak Dhe Kamto juga meminta para kader memberikan masukan kepada anggota DPRD terkait rancangan Peraturan Daerah (Perda) yang dapat memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)