Training of Trainers untuk Pengrajin Bambu Fiji Digelar di Rosse Bambu Seyegan

  • Nov 16, 2025
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Perindustrian menunjuk Sekolah Bambu, Rosse Bambu yang beralamat di Gentan RT 05 RW 19 Margoagung Seyegan Sleman yang merupakan salah satu lembaga yang aktif dalam pelatihan dan pemberdayaan pengrajin bambu yang ada di Sleman, untuk menyelenggarakan TOT khusus bagi para pengrajin bambu dari Fiji yang diberi judul "Training of Trainers For Fiji Bamboo craftsmen". Kegiatan yang dijadwalkan selama 12 hari tersebut, bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan teknis sekaligus memperkuat kerja sama antar negara dalam pengembangan industri bambu berkelanjutan. Pelatihan di Rosse Bambu sendiri berlangsung selama 2 hari yaitu pada tanggal 14 - 15 Nopember 2025 dengan menghadirkan sejumlah instruktur berpengalaman dari akademisi.

Para peserta dari Fiji mendapatkan materi mengenai teknik pengolahan bambu modern, desain produk, manajemen usaha kecil, hingga inovasi pemanfaatan bambu sebagai material ramah lingkungan. Direktur Rosse Bambu, Marzuni, SE menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring serta berbagi praktik terbaik dalam industri bambu. “Kami ingin menunjukkan bahwa bambu memiliki potensi ekonomi besar, dan Indonesia siap berbagi pengalaman dengan negara-negara sahabat,” ujarnya. Peserta dari Fiji menyambut baik program ini dan berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut demi mendukung pengembangan keterampilan pengrajin di negara mereka. Kegiatan TOT itu sendiri diikuti oleh 15 pengrajin bambu yang mewakili berbagai komunitas kerajinan di Fiji. Mereka datang untuk memperdalam pengetahuan mengenai pengolahan bambu modern sekaligus mempelajari teknik pelatihan yang dapat mereka terapkan kembali di negara asal.

Marzuni juga menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung pembangunan industri bambu berkelanjutan di kawasan Pasifik. “Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam memanfaatkan bambu sebagai material ekonomi dan budaya. Kami ingin berbagi keahlian tersebut agar pengrajin dari Fiji juga dapat mengembangkan industrinya secara mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya Diawal pelatihan, peserta juga mendapatkan materi teknik pemilahan dan pengawetan bambu untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan material. Yang menarik adalah pemberian materi laminasi yang merupakan produk andalan dari Rosse Bambu.

Secara khusus materi laminasi ini disampaikan oleh akademisi yaitu Aji Dewanto dari Teknik Mesin UII. Sedangkan pembuatan furnitur, kerajinan dekoratif, dan perlengkapan rumah tangga didampingi oleh Dosen Desain Interior dari ISI Yogyakarta, Anom Wibisono. Dalam pelaksanaannya, peserta TOT dibagi menjadi 2 regu untuk kegiatan outing class di Rosse Bambu dan kegiatan inclass dengan materi anyaman bambu dan batik yang dilaksanakan di Balai Kerajinan dan Batik di Yogyakarta. Sebelum kegiatan praktek, peserta dibekali dengan teori tentang kerajinan bambu termasuk Desain dan inovasi produk agar bambu dapat bersaing di pasar global, manajemen usaha kecil dan strategi pemasaran untuk mendukung kemandirian ekonomi pengrajin. Pemberian materi sendiri dengan menggunakan metodologi pelatihan yang membantu peserta menjadi instruktur di komunitas mereka. Perwakilan peserta, Soka dan Andy mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti TOT ini membuka wawasan baru tentang potensi bambu. “Kami tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami cara mengajar dan membangun komunitas pengrajin. Ini sangat berharga untuk pengembangan bambu di Fiji,” katanya.

Kegiatan praktek selama 2 hari tersebut mempunyai target pembuatan hasil karya peserta berupa 1 set furniture yang terdiri dari 1 kursi bambu panjang, 1 kursi bambu pendek dan 1 buah meja bambu. Sedangkan produk dari bambu laminasi adalah tempat tissu dan tempat sendok-garpu. Di Negara Fiji sendiri, keberadaan tanaman bambu tidak sebanyak di Indonesia, sehingga diperlukan untuk mengetahui cara budidaya tanaman bambu. Rosse Bambu sebagai Sekolah Bambu yang mengembangkan tanaman bambu dari hulu sampai hilir akan memfasilitasi klas khusus tentang budi daya tanaman bambu mulai dari pemilihan bibit, cara budidaya daya dan pemeliharaannya. Rosse Bambu berharap kerja sama ini dapat menjadi program rutin dan mempererat hubungan Indonesia-Fiji dalam pengembangan ekonomi berbasis bambu. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)