PRM Wedomartani Barat Resmikan Kebun Buah Unggul, Dorong Wakaf Produktif dan Gerakan Hijau Berkelanjutan
- Jul 01, 2026
- KIM Margo Raras
NGEMPLAK - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wedomartani Barat menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi umat melalui peresmian Kebun Buah Unggul yang dirangkai dengan Giat Tanam Pohon, Rabu (1/7/2026). Kegiatan yang digelar di Jalan Saren, Wedomartani, Ngemplak, Sleman tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini dihadiri Kepala DLH Kabupaten Sleman Junaidi, S.ST., Ketua MLH PDM Sleman Kusno Wibowo, ST., M.Si., serta Agus Kurniawan, S.Hut., M.Sc. yang memberikan sosialisasi penghijauan. Hadir pula jajaran pengurus Muhammadiyah, warga sekitar, dan para relawan yang bersama-sama mengikuti penanaman pohon.
Ketua PRM Wedomartani Barat, M. Yusuf Hendri Wibowo, menjelaskan bahwa program Kebun Buah Unggul lahir dari keinginan untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanah wakaf Muhammadiyah yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
"Melalui program ini, kami berharap tanah wakaf Muhammadiyah tidak hanya terjaga keberadaannya, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi sarana pelestarian lingkungan," ujarnya.
Menurut Yusuf, pemanfaatan lahan wakaf secara produktif menjadi langkah strategis agar aset umat tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Sleman, Junaidi, mengajak masyarakat menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai budaya sehari-hari. Ia menegaskan bahwa pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
"Pohon menghasilkan oksigen, menyerap karbon, menjaga keseimbangan ekosistem, serta membantu mencegah banjir dan longsor. Karena itu, gerakan menanam pohon harus terus kita hidupkan sebagai investasi untuk generasi mendatang," katanya.
Senada dengan itu, Ketua MLH PDM Sleman, Kusno Wibowo, menyoroti semakin menurunnya kualitas lingkungan akibat polusi dan berkurangnya sumber-sumber air bersih. Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan tanggung jawab bersama.
"Kondisi bumi saat ini semakin memprihatinkan. Udara bersih semakin sulit diperoleh dan sumber air terus berkurang. Karena itu, gerakan penghijauan harus menjadi gerakan bersama demi menjaga keberlangsungan kehidupan," ungkapnya.
Pada sesi Sosialisasi Penghijauan, Agus Kurniawan mengajak seluruh peserta untuk mengambil peran nyata dalam menjaga kelestarian alam melalui aksi penghijauan.
"Setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang," jelasnya.
Rangkaian kegiatan ditandai dengan peresmian Kebun Buah Unggul sebagai simbol dimulainya pemanfaatan lahan wakaf Muhammadiyah secara produktif. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama menanam pohon sebagai bentuk komitmen mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, PRM Wedomartani Barat berharap semangat mengelola aset wakaf secara produktif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)