IPSM Sleman Perkuat Sinergi Sosial Ditengah Efisiensi Anggaran, Siap Dukung Digitalisasi Bansos Nasional
- May 16, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan sosial masyarakat melalui rapat rutin yang digelar pada Sabtu (16/5/2026), di Resto Puri Mataram, Tridadi, Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus dan anggota IPSM dari lima Kabupaten-Kota se-DIY.
Rapat berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi antar anggota, forum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, serta sinergi dalam menjalankan berbagai program sosial kemasyarakatan.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari evaluasi program kerja, peningkatan pelayanan sosial, hingga penguatan peran pekerja sosial masyarakat (PSM) dalam menghadapi tantangan sosial yang terus berkembang.
Hadir dalam kegiatan itu Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos DIY Tri Susilastuti, A.Ks, Ketua IPSM DIY, serta Kabid Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinsos Sleman, Feri Istanto, S.Sos., M.Ec.Dev.
Dalam sambutannya, Feri Istanto mengungkapkan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang cukup menantang akibat kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berbagai kegiatan sosial, termasuk fasilitasi terhadap kegiatan PSM.
“Fasilitasi dari kabupaten pada tahun 2026 ini mengalami penurunan yang cukup signifikan karena adanya efisiensi anggaran. Banyak kegiatan menjadi terbatas, termasuk kegiatan PSM. Namun kami berharap kondisi ini tidak menyurutkan semangat teman-teman PSM dalam melayani masyarakat,” ujar Feri.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Feri menegaskan bahwa IPSM tetap memiliki peran penting dalam mendukung agenda nasional, khususnya program digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang akan segera diterapkan di Kabupaten Sleman.
Menurutnya, Sleman menjadi salah satu dari 41 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba program nasional tersebut.
“Agenda terdekat yang akan dilaksanakan adalah digitalisasi bansos. Tantangan terbesar kami adalah petugas pendata di tingkat padukuhan karena sifatnya masih relawan. Kami berharap keberadaan PSM bisa menjadi support penting bagi suksesnya program nasional ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos DIY, Tri Susilastuti, menekankan pentingnya menghidupkan kembali pilar-pilar sosial sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Sosial saat ini tengah mendorong penguatan seluruh unsur pekerja sosial, termasuk PSM, agar semakin adaptif terhadap berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
“PSM merupakan salah satu pilar sosial yang perlu terus diperbarui dan diperkuat keanggotaannya. Sebagai garda terdepan perlindungan sosial, PSM harus memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu-isu strategis di masyarakat,” kata Tri Susilastuti.
Ia juga menegaskan pentingnya langkah cepat dan investigatif dalam menangani persoalan sosial sebelum berkembang semakin luas.
“PSM harus menjadi pihak pertama yang hadir dalam penyelesaian masalah sosial di masyarakat. Karena itu, kepedulian dan pendampingan sosial harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Selain membahas program kerja, suasana rapat juga diwarnai dengan diskusi dan tukar pengalaman antar anggota IPSM dari berbagai daerah. Berbagai masukan dan gagasan disampaikan demi memperkuat peran organisasi sebagai mitra pemerintah dalam menangani persoalan sosial di DIY.
Melalui rapat rutin ini, IPSM DIY berharap soliditas organisasi semakin kuat serta mampu terus berkontribusi aktif dalam menciptakan kesejahteraan sosial yang lebih baik bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)