LPM Sleman Ikuti Rakor Persiapan Raker Pirukunan Tuwanggana DIY Tahun 2026, Fokus Pada Reformasi Kalurahan
- May 20, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Pengurus LPM/Pirukunan Tuwanggana Kabupaten Sleman mengikuti Rapat Koordinasi terbatas dalam rangka persiapan Rapat Kerja (Raker) Pirukunan Tuwanggana Provinsi DIY Tahun 2026 yang digelar di Kantor Sekretariat Pirukunan Tuwanggana DIY, Selasa (19/5/2026).
Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Pirukunan Tuwanggana DIY, Aryadi Bowoleksono dan dihadiri para Ketua Biro beserta anggota, termasuk tiga perwakilan pengurus LPM/Pirukunan Tuwanggana Kabupaten Sleman.
Dalam pengantarnya, Aryadi memaparkan draft Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebagai pedoman pelaksanaan Raker bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY. Ia menegaskan bahwa fokus program kerja Tuwanggana masih diarahkan pada reformasi Kalurahan.
“Fokus program kerja Tuwanggana berkaitan dengan reformasi Kalurahan yang terdiri dari dua program besar, yakni reformasi birokrasi dan reformasi pemberdayaan masyarakat Kalurahan,” ujar Aryadi dalam Rakor tersebut.
Selain itu, Tuwanggana juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan kegiatan pembangunan lingkungan yang mendukung sektor perekonomian, sosial, serta pengembangan kebudayaan masyarakat Kalurahan.
Aryadi juga mengajak seluruh peserta Rakor untuk mematangkan usulan program kerja tahun 2027 yang nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam forum Raker. Menurutnya, usulan kegiatan prioritas perlu disusun secara matang agar mampu menjawab kebutuhan organisasi sekaligus mendukung pembangunan Kalurahan.
“Kegiatan prioritas yang diusulkan harus mampu memperkuat kapasitas kelembagaan Tuwanggana sekaligus mendukung pelayanan dan pemberdayaan masyarakat Kalurahan,” katanya.
Adapun sejumlah usulan kegiatan prioritas yang menjadi pembahasan dalam Rakor tersebut meliputi peningkatan kapasitas Tuwanggana dalam pendataan dan penyelarasan masalah serta potensi Kalurahan di bidang lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya. Selain itu juga dibahas penguatan sarana prasarana operasional seperti kantor, laptop, kamera, printer, hingga lemari arsip.
Program lain yang menjadi perhatian adalah peningkatan kapasitas pengurus Tuwanggana, penguatan kelembagaan dalam perencanaan partisipatif Kalurahan, serta pemanfaatan teknologi informasi guna mendukung efektivitas organisasi.
Keikutsertaan LPM/Pirukunan Tuwanggana Kabupaten Sleman dalam Rakor ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar lembaga dalam menyusun program kerja yang lebih adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kalurahan di DIY. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)