Setetes Darah, Sejuta Harapan, Aksi Donor Lampaui Target di Hari Jadi Ke-110 Sleman

  • Apr 23, 2026
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Semangat kemanusiaan terasa kuat dalam kegiatan donor darah yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kalurahan Margoluwih, Rabu (22/4/2026). Bertempat di halaman GOR Kalurahan Margoluwih, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman sekaligus wujud nyata kepedulian sosial masyarakat.

Diikuti oleh pamong kalurahan, relawan, hingga masyarakat umum, kegiatan ini tak hanya sekadar seremonial. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir rangkaian acara, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga pengambilan darah.

Sekretaris Dinas Sosial Sleman, Sigit Indarto, SE, M.Si, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam membantu ketersediaan stok darah. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Sleman masih jauh dari ideal.
“Setiap bulan Sleman membutuhkan sekitar 3.000 kantong darah, sementara yang tersedia baru sekitar 2.000 kantong. Ini yang membuat kami terus mendorong kegiatan seperti ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa donor darah memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar kegiatan sosial biasa.
“Donor darah bukan hanya tentang memberikan setetes darah, tetapi juga menyelamatkan nyawa orang lain. Ini adalah bentuk nyata solidaritas dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Perwakilan PMI Kabupaten Sleman juga mengingatkan bahwa kebutuhan darah di rumah sakit terus meningkat setiap hari.
“Partisipasi masyarakat sangat kami butuhkan agar stok darah tetap aman dan mencukupi,” ungkapnya.

Tak hanya bermanfaat bagi penerima, donor darah juga memberikan dampak positif bagi pendonor. Sri Handayani, S.Sos, M.A dari Dinas Sosial Sleman menjelaskan bahwa donor darah dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.
“Selain membantu sesama, donor darah juga bermanfaat untuk kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung, merangsang pembentukan sel darah baru, serta mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini,” terangnya.

Menariknya, jumlah peserta yang lolos skrining melebihi target awal. Dari kuota 30 pendonor yang ditetapkan PMI, kegiatan ini berhasil mengumpulkan lebih dari 37 pendonor yang memenuhi syarat. Capaian ini menjadi bukti tingginya kesadaran dan kepedulian masyarakat.

Kegiatan berlangsung lancar dengan tetap menerapkan standar kesehatan yang ketat. Para peserta tampak tertib dan bersemangat mengikuti setiap tahapan.

Menutup kegiatan, Sri Handayani menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna kepada masyarakat.
“Ingat, kebaikan sekecil apa pun yang kamu lakukan akan berdampak besar bagi mereka yang membutuhkan,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Sleman berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh, menjadikan aksi kecil seperti donor darah sebagai gerakan besar yang menyelamatkan banyak nyawa. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)