Budaya SATRIYA Jadi Napas Birokrasi Sleman, Momentum Pisah Sambut di Seyegan Perkuat Komitmen Pelayanan Publik
- Apr 29, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Budaya kerja SATRIYA kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Sleman. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Rapat Staf dan Pisah Sambut Panewu Anom Seyegan yang digelar di Ruang Nakula, Selasa (28/4/2026).
Panewu Seyegan, Agung Endarta, S.Sos., M.Si., dalam sambutan dan arahannya menekankan bahwa dinamika jabatan merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem birokrasi yang sehat dan adaptif.
"Mutasi ataupun promosi merupakan hal yang biasa bagi aparatur negara. Hal tersebut dimaksudkan untuk penyegaran dan pengembangan karir."
Dalam kesempatan tersebut, Agung juga menyampaikan apresiasi kepada Ageng Wijaya, S.H., M.E. yang kini mengemban tugas baru sebagai Panewu Anom Kapanewon Ngemplak, sekaligus menyambut Azwar Efendi, S.H., M.M. sebagai pejabat baru Panewu Anom Seyegan.
"Silaturahmi tetap dijaga, cepat menyesuaikan diri di tempat yang baru dan karir semakin baik."
Lebih lanjut, Agung menegaskan pentingnya implementasi Budaya SATRIYA sebagai pedoman perilaku aparatur sipil negara di Sleman. Budaya ini merupakan akronim dari Selaras, Akal budi luhur-jati diri, Teladan, Rela melayani, Inovatif, Yakin percaya diri, dan Ahli profesional, yang berakar pada filosofi Hamemayu Hayuning Bawana.
"Budaya SATRIYA bukan sekadar akronim, tetapi nilai yang harus dihidupi dan diwujudkan dalam setiap tugas pelayanan kepada masyarakat."
Ia juga menjelaskan bahwa budaya ini memiliki landasan hukum melalui Peraturan Bupati Sleman Nomor 14 Tahun 2018 dan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas kinerja aparatur.
"Budaya ini diterapkan untuk memperkuat organisasi Pemkab Sleman, dengan pengawasan dan survei penerapan secara berkala untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik."
Usai pengarahan, Azwar Efendi memperkenalkan diri di hadapan seluruh staf Kapanewon Seyegan serta mitra kerja lintas sektor, menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan melanjutkan sinergi yang telah terbangun.
"Saya siap bekerja sama, berkolaborasi, dan melanjutkan semangat pelayanan di lingkungan Kapanewon Seyegan."
Sementara itu, Ageng Wijaya mengungkapkan kesan mendalam selama bertugas di Seyegan selama delapan tahun, yang ia sebut sebagai rumah kedua.
Kegiatan ditutup dengan pemberian kenang-kenangan, jabat tangan, serta sesi foto bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, menandai transisi kepemimpinan yang tetap menjunjung nilai-nilai SATRIYA dalam setiap langkah birokrasi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)