Gerakan dari Akar Rumput, Ketahanan Masyarakat Anti Narkoba Diperkuat Hingga Tingkat Kalurahan

  • Apr 29, 2026
  • KIM Margo Raras

SEYEGAN - Upaya membentengi masyarakat dari ancaman narkotika kini semakin digencarkan dari level paling dasar. Melalui penyuluhan sosial bertema “Ketahanan Masyarakat Anti Narkoba” yang digelar di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Selasa (28/4/2026), konsep ketahanan berbasis komunitas kembali ditegaskan sebagai kunci utama menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.

Dalam kegiatan tersebut, Herlina Rahmawati, SIP, menekankan bahwa masyarakat memiliki peran sentral dalam memerangi narkoba, bukan sekadar sebagai objek kebijakan. 
“Ketahanan masyarakat anti narkoba adalah kemampuan kolektif untuk mencegah, menolak, dan mengatasi ancaman narkotika, sekaligus menjadikan warga sebagai agen perubahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketahanan tersebut dibangun melalui tiga dimensi utama yang saling terhubung. Dimensi pertama adalah ketahanan diri, yakni kemampuan individu mengendalikan diri dan menolak pengaruh negatif. Kedua, ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter. Ketiga, ketahanan lingkungan atau sistem masyarakat yang mencakup kohesi sosial dan dukungan norma lokal.

“Ketahanan keluarga merupakan inti dari ketahanan masyarakat secara keseluruhan, sehingga menjadi strategi preventif paling vital dalam memberantas narkoba,” tegas Lina.

Selain itu, program Desa atau Kalurahan Bersinar (Bersih Narkoba) terus diperkuat sebagai strategi implementatif. Program ini bertujuan menciptakan wilayah yang mandiri dalam menghadapi ancaman narkoba melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Dalam paparannya, Lina juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. 
“Kami membangun pendekatan komprehensif, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas, agar kesadaran dan ketahanan masyarakat meningkat secara menyeluruh,” jelasnya.

Upaya tersebut turut didukung dengan pembentukan satgas anti narkoba, relawan masyarakat, hingga pengembangan soft skill bagi remaja. Program remaja teman sebaya juga dinilai efektif dalam memperkuat ketahanan generasi muda, dengan capaian yang tergolong sangat tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menutup kegiatan, Lina menegaskan komitmen jangka panjang yang ingin dicapai. “Melalui berbagai program ini, kami menargetkan terwujudnya Yogyakarta Bersinar dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat,” pungkasnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)