Margomulyo Jadi Percontohan Penguatan Ketahanan Sosial Masyarakat di Sleman
- Apr 29, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Mengusung tema “Ketahanan Masyarakat Anti Narkoba”, Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Penyuluhan Sosial Tingkat Kalurahan tahun 2026 di Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Selasa (28/4/2026). Kalurahan ini dipilih karena dinilai masih menghadapi berbagai persoalan sosial yang cukup kompleks dibanding wilayah lainnya.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Kalurahan Margomulyo tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari lurah dan pamong kalurahan, BPKal, dukuh, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), kader, tokoh masyarakat, hingga Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas) DIY.
Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, menyampaikan apresiasi atas ditunjuknya wilayahnya sebagai lokasi kegiatan.
“Kami berterima kasih karena Margomulyo dipilih sebagai tempat penyuluhan sosial. Memang di sini masih banyak permasalahan sosial, terutama kemiskinan, sehingga kegiatan ini sangat relevan,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami, peserta yang hadir dapat mengambil manfaat dari penyuluhan ini dan menyebarluaskannya ke wilayah masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Tri Susilastuti, AKS dari Dinas Sosial DIY, menegaskan bahwa penyuluhan sosial memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menangani berbagai masalah sosial seperti kemiskinan, lansia, disabilitas, hingga anak terlantar,” jelasnya.
Tri juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung penanganan masalah sosial.
“Saat ini telah berdiri enam balai rehabilitasi di wilayah DIY. Namun, tantangannya adalah masih minimnya informasi yang sampai ke masyarakat, sehingga perlu peran aktif PSM, TKSK, dan Pensosmas sebagai penghubung,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa angka Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kapanewon Seyegan menunjukkan tren penurunan, meskipun di Margomulyo masih tercatat 222 kasus.
“Ini menunjukkan ada kemajuan, tetapi tetap perlu kerja bersama agar angka tersebut terus menurun,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Tri juga memaparkan program nasional Sekolah Rakyat (SR) tahun 2026 sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Selain itu, disampaikan pula program Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) untuk meningkatkan kesejahteraan lansia miskin melalui bantuan tunai, pelayanan sosial, dan kesehatan.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Dra. Hj. Muslimatun, M.Kes dari Komisi D DPRD DIY, perwakilan BNNP DIY, Dinas Sosial DIY, serta Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (PRSW) Kabupaten Sleman.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Margomulyo semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, sekaligus mampu membangun lingkungan yang sehat, mandiri, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)