DLH Sleman Perkuat Kesiapan Monev KPSM Baru dan Penerima Hibah Sarpras di Sleman Barat
- Jun 13, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman terus memperkuat tata kelola pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bagi Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) baru serta penerima hibah sarana dan prasarana (sarpras). Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang digelar di RM Joglo Nartoatmojo Margokaton, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) tingkat kalurahan, kawasan, dan kapanewon dari wilayah Sleman Barat yang meliputi Kapanewon Seyegan, Minggir, Moyudan, dan Godean.
Rakor tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan monev yang dalam waktu dekat akan dilakukan oleh tim dari DLH Sleman di lapangan. Berbagai aspek teknis dibahas secara detail, mulai dari kelengkapan administrasi KPSM baru, kesiapan data dukung, kepemilikan sarpras, hingga pemasangan stiker tahun pengadaan dan pemanfaatan sarpras oleh kelompok penerima bantuan.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Persampahan DLH Sleman, Fitasari Ayu Wardani, ST, MPA, menegaskan bahwa kesiapan administrasi menjadi salah satu poin penting sebelum pelaksanaan monev dilakukan.
“Daftar KPSM baru yang akan dimonev sudah harus masuk di awal bulan Juni dan diusulkan ke DLH dengan mencantumkan nama serta alamat KPSM. Sedangkan pelaksanaan monev menunggu penjadwalan dari DLH,” ujar Fitasari.
Ia menjelaskan, monitoring sarpras difokuskan pada KPSM penerima kendaraan roda tiga tahun pengadaan 2025. Tim monev nantinya akan menilai kondisi fisik kendaraan, keberadaan stiker tahun pengadaan, hingga tingkat kemanfaatan sarpras dalam mendukung pengelolaan sampah di masyarakat.
Tak hanya membahas monev, rakor juga dimanfaatkan untuk membicarakan kegiatan fasilitasi sosialisasi dan pembentukan KPSM baru. Dana pembinaan yang disiapkan nantinya akan dikelola langsung oleh P3S di masing-masing kapanewon sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah.
“Bentuk kegiatannya kami serahkan di masing-masing lokasi, termasuk penentuan KPSM yang akan menjadi sasaran fasilitasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, DLH Sleman juga mengumumkan rencana pelatihan Sistem Informasi Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (Siosestu) bagi KPSM yang belum menggunakan aplikasi tersebut. Pelatihan akan dilaksanakan dengan sistem paket dua kapanewon dalam satu sesi pelatihan dengan total 30 peserta.
Sebagai penutup rakor, Koordinator Pendamping Kawasan, Andi Triyanto, S.Kom, memberikan pembekalan terkait fitur terbaru aplikasi Siosestu yang telah disempurnakan berdasarkan masukan pengguna di lapangan.
“Perubahan fitur ini merupakan hasil evaluasi dan masukan dari KPSM pengguna aplikasi agar pelaporan data pengelolaan sampah menjadi lebih mudah dan aplikatif,” jelas Andi.
DLH Sleman berharap penguatan koordinasi, pembinaan, dan pemanfaatan teknologi digital tersebut dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus memperkuat peran KPSM sebagai garda terdepan pengurangan sampah di tingkat wilayah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)