Margomulyo Fasilitasi Warga Lewat Jemput Bols Aktivasi IKD di 13 Padukuhan
- Jun 11, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Pemerintah Kalurahan Margomulyo terus mendorong percepatan digitalisasi administrasi kependudukan melalui program aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dengan metode jemput bola di 13 padukuhan. Program ini menjadi langkah nyata untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan publik berbasis digital.
Rendahnya minat masyarakat terhadap aktivasi IKD secara nasional masih dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi, minimnya pemahaman mengenai manfaat KTP digital, hingga kendala teknis seperti spesifikasi gawai yang belum mendukung dan keterbatasan jaringan internet.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kalurahan Margomulyo mengajukan permohonan pengiriman operator IKD kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman. Kegiatan yang berlangsung mulai 18 Mei hingga 15 Juni 2026 ini dilaksanakan bersama Kapanewon Seyegan dan Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman guna mempercepat digitalisasi layanan administrasi kependudukan.
Program jemput bola tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Salah satu kegiatan di Padukuhan Kregolan pada Kamis (11/6/2026) berhasil mengaktifkan sekitar 171 akun IKD warga hanya dalam satu kali pelayanan. Warga cukup membawa KTP elektronik dan smartphone untuk mengikuti proses aktivasi.
Padukuhan Kregolan sendiri merupakan padukuhan ke-12 dalam rangkaian program Aktivasi IKD Jemput Bola. Hingga saat ini, total aktivasi IKD di 12 padukuhan Kalurahan Margomulyo telah mencapai 1.279 akun, dan tersisa satu padukuhan lagi yang akan dijadwalkan.
Kepala Jawatan Umum Kapanewon Seyegan, Siti Rohmah, S.IP, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme warga tidak lepas dari adanya program bantuan sosial digital yang kini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Antusiasme warga sangat besar karena adanya program bansos digital yang dapat diakses secara mandiri. Dengan aktivasi IKD, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan tersebut,” ujar Siti Rohmah saat ditemui di Kantor Kapanewon Seyegan.
Namun demikian, ia mengakui masih ada sejumlah warga yang belum dapat melakukan aktivasi IKD karena berbagai kendala teknis.
“Masih ada warga yang HP-nya belum support, memori tidak mencukupi, hingga kendala sinyal. Selain itu, banyak warga lansia yang belum memiliki smartphone,” tambahnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, nantinya layanan bansos digital juga dapat diakses melalui agen perlindungan sosial di masing-masing kalurahan. Sementara bagi warga yang belum sempat mengikuti layanan jemput bola, proses aktivasi tetap dapat dilakukan di Kantor Kalurahan Margomulyo maupun Kapanewon Seyegan.
IKD sendiri merupakan identitas kependudukan berbasis digital yang memungkinkan masyarakat mengakses dokumen kependudukan melalui aplikasi di ponsel. Kehadiran IKD diharapkan mampu membuat pelayanan publik menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien. Strategi jemput bola seperti yang dilakukan Kalurahan Margomulyo juga mulai diterapkan di berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan capaian aktivasi IKD masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)