Jajaki Unit Usaha Baru, Bumkal Usaha Mulia Margomulyo Belajar Bisnis Pengelolaan Sampah
- May 21, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Upaya pengembangan unit usaha terus dilakukan Bumkal Usaha Mulia Kalurahan Margomulyo. Kali ini, Bumkal menjajaki peluang bisnis pengelolaan sampah dengan melakukan kunjungan belajar ke Bank Sampah Induk (BSI) Surya Mulya di Gancahan Kulon, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Sleman, Rabu (20/5/2026).
Kunjungan tersebut diikuti langsung oleh Direktur, Sekretaris, dan Pengawas Bumkal Usaha Mulia. Mereka ingin mempelajari secara mendalam potensi bisnis pengelolaan sampah yang dinilai memiliki peluang ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat.
BSI Surya Mulya sendiri dikenal sebagai organisasi sosial nirlaba yang aktif dalam sosialisasi pengelolaan sampah organik dan anorganik, studi tiru integrated farming, pendampingan pemilahan sampah bernilai ekonomis, pelatihan budidaya magot, hingga menjadi pelapak material daur ulang.
Dalam kesempatan tersebut, owner BSI Surya Mulya, Farid Fakhrudin, memberikan berbagai wawasan mengenai peluang usaha di sektor persampahan. Menurutnya, pengelolaan sampah dapat dimulai dari skala sederhana hingga berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan.
“Jenis usaha yang bisa dijalankan sangat beragam, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemilahan sampah daur ulang, hingga kerja sama dengan pelapak sebagai pembeli sampah terpilah,” ujar Farid Fakhrudin.

Farid juga memperkenalkan berbagai jenis sampah yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Bahkan, ia menyatakan siap menjadi mitra pelapak bagi Bumkal, termasuk untuk pengelolaan minyak jelantah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel.
Direktur Bumkal Usaha Mulia, Agung Mujihartono, mengaku tertarik dengan peluang usaha tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan memulai dari usaha berskala kecil terlebih dahulu.
“Kami tertarik untuk memulai usaha pengelolaan sampah, tetapi tahap awal akan dimulai dari yang sederhana dulu. Keterbatasan sumber daya, belum adanya tempat usaha, dan kebutuhan investasi mesin menjadi pertimbangan utama,” kata Agung.
Ketertarikan Bumkal Usaha Mulia terhadap sektor pengelolaan sampah bukan tanpa alasan. Kalurahan Margomulyo dinilai memiliki fasilitas persampahan yang cukup lengkap, seperti TPS3R dan Depo Transfer Sampah. Sayangnya, pengelolaan kedua fasilitas tersebut dinilai belum maksimal, bahkan depo transfer sampah saat ini masih belum berfungsi.
Kondisi tersebut justru menjadi pemicu bagi pengurus Bumkal untuk mengembangkan unit usaha baru berbasis pengelolaan sampah. Terlebih lagi, di wilayah Margomulyo telah terdapat tujuh bank sampah atau sedekah sampah yang tersebar di tujuh padukuhan dan berpotensi menjadi mitra kerja sama strategis.
Pengawas Bumkal Usaha Mulia, Sutarto Agus, juga menilai peluang kolaborasi dengan Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) sangat terbuka lebar, baik di Margomulyo maupun wilayah Seyegan.
“Dengan sistem jemput bola sampah, KPSM tentu akan lebih diuntungkan dalam penjualan sampahnya. Ini bisa menjadi pola kerja sama yang saling menguntungkan,” jelas Sutarto Agus.
Sementara itu, Sekretaris Bumkal Usaha Mulia, Joko Astono, berharap BSI Surya Mulya dapat membantu menyediakan katalog terbaru jenis sampah yang memiliki nilai jual berikut kisaran harganya.
“Katalog harga sampah sangat penting sebagai acuan bagi Bumkal untuk mulai menjalankan bisnis jual-beli rosok bersama KPSM,” ungkap Joko Astono.
Melalui kunjungan ini, Bumkal Usaha Mulia berharap dapat memperoleh gambaran nyata mengenai tata kelola bisnis pengelolaan sampah yang profesional dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kalurahan Margomulyo. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)