Margoluwih Canangkan Setiap Padukuhan Memiliki KPSM
- May 22, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Pemerintah Kalurahan Margoluwih terus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah tingkat kalurahan yang digelar di Balai Kalurahan Margoluwih, Kamis (21/5/2026), pemerintah kalurahan mencanangkan agar seluruh padukuhan di wilayah Margoluwih memiliki Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM).
Rakor tersebut dihadiri pamong kalurahan, lembaga kemasyarakatan kalurahan (LKK), serta pengurus KPSM se-Margoluwih. Kegiatan ini dinilai mendesak mengingat persoalan sampah yang semakin kompleks, sementara budaya memilah sampah di masyarakat belum sepenuhnya terbentuk.
Ulu-Ulu Kalurahan Margoluwih, Sutikno, dalam pembukaan menyampaikan bahwa persoalan sampah membutuhkan perhatian dan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Permasalahan sampah semakin kompleks dan membutuhkan usaha yang tidak ringan, apalagi pemilahan sampah belum menjadi gaya hidup masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Margoluwih, Sunaryo, menegaskan bahwa wilayah Margoluwih masih membutuhkan lebih banyak relawan peduli lingkungan yang mampu memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.
Dalam kesempatan tersebut, Sunaryo juga memperkenalkan Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) tingkat kalurahan yang bertugas mendampingi KPSM yang telah berjalan serta memfasilitasi pembentukan KPSM baru di padukuhan yang belum memilikinya.
“Semua padukuhan yang belum mempunyai KPSM kami harapkan segera membentuk. Kalurahan siap memfasilitasi pendampingan agar pengelolaan sampah bisa berjalan lebih optimal,” kata Sunaryo.
Pada forum Rakor itu pula, secara resmi dibentuk KPSM tingkat Kalurahan bernama BUSTAB, singkatan dari Bisane Urip Seko Tangan Ati lan Budi. KPSM tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK), dengan kepengurusan dan anggota berasal dari unsur pamong kalurahan.
Sebagai bentuk dukungan, Kalurahan Margoluwih juga akan memfasilitasi dua kali pertemuan bagi KPSM di padukuhan, dengan menghadirkan relawan P3S sebagai narasumber dan pendamping.
Rakor kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kalurahan Margoluwih, Suminah. Ia mendorong pengurus KPSM untuk menjadi pelopor perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Sampah anorganik bisa dipilah karena memiliki nilai ekonomis, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak maupun ikan,” ujar Suminah.
Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang masih membakar sampah dan membuang sampah ke badan air menjadi persoalan serius yang harus segera diatasi bersama. Karena itu, keberadaan KPSM dinilai penting sebagai wadah edukasi sekaligus aksi nyata pengelolaan sampah di tingkat padukuhan.
Suminah juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kecil di sekitar rumah untuk membuat jugangan atau lubang sampah organik sebagai sarana pengomposan sederhana.
“Kalau sampah organik dikelola dengan baik, hasil komposnya bisa dimanfaatkan oleh Kelompok Wanita Tani untuk media tanam di rumah masing-masing,” tambahnya.
Tak hanya itu, pelibatan generasi muda juga menjadi perhatian dalam gerakan peduli lingkungan tersebut. Karang Taruna di tiap padukuhan diharapkan aktif mendukung pengelolaan sampah agar gerakan berjalan berkelanjutan.
Generasi muda juga diharapkan mampu mendukung pelaporan data sampah terkelola melalui program SIOSESTU, yakni sistem pelaporan berbasis web untuk pengelolaan sampah.
Kegiatan Rakor ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan narasumber. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)