Meningkatkan Produktivitas Pelayanan Publik, Puluhan Pegawai Kapanewon Seyegan Ikuti Tes Kebugaran
- Jun 26, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Upaya meningkatkan kesehatan aparatur sekaligus mendukung produktivitas pelayanan publik terus dilakukan oleh Kapanewon Seyegan. Sebanyak lebih dari 40 karyawan dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengikuti tes kebugaran yang diselenggarakan oleh Puskesmas Seyegan di Lapangan Margokaton, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan tekanan darah (tensi) dan gula darah oleh petugas Puskesmas Seyegan. Hasil pemeriksaan kemudian dikonsultasikan kepada dokter sebagai bagian dari skrining riwayat kesehatan untuk memastikan kondisi fisik peserta sebelum mengikuti tes kebugaran.
Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Puskesmas Seyegan, Dian Kusuma, menjelaskan bahwa tes kebugaran tidak hanya bertujuan mengukur kemampuan fisik pegawai, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan.
"Tujuan utama tes kebugaran adalah memantau, mengukur, dan mengevaluasi kondisi fisik pegawai secara objektif. Dengan kondisi fisik yang baik, kesehatan dapat terjaga sehingga produktivitas pelayanan publik juga meningkat," ujar Dian.
Menurutnya, tes kebugaran juga memiliki sejumlah fungsi penting, seperti mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak dini guna mencegah penyakit degeneratif, memastikan derajat kesehatan pegawai tetap optimal melalui evaluasi berkala, serta menjadi dasar penyusunan program latihan fisik yang sesuai.
"Pegawai yang bugar terbukti memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik sehingga mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Selain itu, hasil tes juga dapat menjadi indikator apakah pola makan dan gaya hidup pegawai sudah mendukung aktivitas kerja sehari-hari," tambahnya.
Tes kebugaran kali ini menggunakan metode Rockport 1,6 kilometer. Peserta dibagi menjadi dua sesi dengan masing-masing sekitar 20 orang. Sebelum pelaksanaan tes, seluruh peserta mengikuti pemanasan melalui gerakan-gerakan ringan untuk mengurangi risiko cedera.
Pelaksanaan tes dilakukan dengan berjalan kaki atau berlari menempuh jarak sekitar 1,6 kilometer atau setara 4,5 putaran lintasan. Peserta diminta menjaga ritme secara konsisten hingga garis finis tanpa memaksakan kemampuan fisik.
Di akhir kegiatan, Dian menjelaskan bahwa hasil tes akan disampaikan secara tertulis berdasarkan nilai VO₂ maksimal yang dihitung dari waktu tempuh peserta. Nilai tersebut kemudian disesuaikan dengan tabel tingkat kebugaran berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia, sehingga dapat diketahui kategori kebugaran peserta, mulai dari kurang sekali, kurang, cukup, baik, hingga baik sekali.
Sementara itu, salah satu peserta, S. A. Raharjo yang telah berusia 60 tahun mengaku tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut meski harus menyesuaikan kemampuan fisiknya.
"Tes kebugaran ini cukup berat karena saya sudah memasuki usia lansia. Jadi selama tes saya lebih banyak berjalan daripada berlari," ungkap Raharjo.
Melalui kegiatan ini, Kapanewon Seyegan berharap kondisi kesehatan para pegawai dapat terus terpantau sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang semakin prima kepada masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)