PKBM Saka Seyegan Gandeng Puskesmas Bekali Warga Belajar Pengetahuan P3K Hingga Kesehatan Reproduksi
- Apr 26, 2026
- KIM Margo Raras
SEYEGAN - Upaya meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan warga belajar terus dilakukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Saka. Bertempat di Pendopo Kaliklangsi Babrik Jamblangan Margomulyo Seyegan, Jumat (24/4/2026), PKBM Saka menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Puskesmas Seyegan terkait Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), bahaya merokok, dan kesehatan reproduksi.
Kegiatan ini diikuti sekitar 30 warga belajar dari berbagai jenjang. Kepala PKBM Saka, Hermawan, SE, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sebenarnya direncanakan lebih awal.
“Kegiatan sosialisasi kesehatan ini seharusnya dilaksanakan pada semester ganjil kemarin, namun baru bisa terealisasi di semester genap ini karena beberapa kendala,” ujarnya.
Ia juga berharap para peserta dapat menyerap materi dengan maksimal.
“Kami berharap warga belajar kelas 7, 8, 10, dan 11 bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mengambil manfaat dari materi yang disampaikan narasumber,” tambahnya.
Materi pertama disampaikan oleh Sunu Ardi Widayat, A.Md dari Puskesmas Seyegan yang membahas tentang P3K. Ia menjelaskan pentingnya pertolongan pertama sebagai langkah awal sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Pertolongan pertama adalah upaya memberikan bantuan secara cepat dan tepat kepada korban kecelakaan atau sakit sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan,” jelas Sunu.
Dalam paparannya, Sunu juga memperkenalkan prinsip dasar penolong yang dirangkum dalam akronim PATUT, mulai dari mengamankan diri hingga melakukan tindakan dengan urutan yang tepat. Ia menekankan pentingnya kesiapan alat dan akses layanan darurat.
“Setiap penolong sebaiknya mengetahui call center ambulans dan lokasi fasilitas kesehatan terdekat agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat,” tegasnya.
Materi kedua disampaikan oleh Atik Nur Istiqomah yang akrab disapa Isti dengan tema “Kenali Kesehatan Reproduksimu”. Ia menguraikan bahwa kesehatan reproduksi remaja mencakup aspek fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem reproduksi.
“Kesehatan reproduksi remaja bukan hanya soal organ, tetapi juga mencakup kesiapan mental dan sosial dalam menjalani masa pertumbuhan,” ungkap Isti.

Ia juga memaparkan berbagai persoalan yang saat ini banyak dihadapi remaja, seperti meningkatnya persalinan usia dini, tingginya angka penyakit menular seksual, hingga penyalahgunaan napza dan kekerasan seksual. Dalam sesi tersebut, Isti turut memberikan edukasi praktis mengenai cara menjaga kesehatan reproduksi, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
Melalui kegiatan ini, PKBM Saka berharap warga belajar tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)